Posts

Showing posts from 2019

Tentang Memelihara Jenggot

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Tentang Jenggot

Hukum-hukum agama yang disyariatkan kepada kita, ada yang tidak diterangkan sebabnya, dan ada pula yang diterangkan (dijelaskan) sebabnya. Hukum-hukum yang tidak diterangkan sebabnya oleh Allah atau Rasul-Nya, tidak boleh kita gugurkan dengan sebab-sebab buatan kita sendiri, seperti daging babi, menurut dokter, padanya ada satu jenis cacing yang sangat membahayakan kesehatan manusia. Cacing ini tidak bisa mati melainkan dengan panas 70 derajat. Maka untuk mendapatkan panas 70 derajat ke dalam daging itu perlu dimasak dengan panas 90 derajat.

Anggapan haramnya daging babi disebabkan oleh adanya cacing ini merupakan pemikiran (buatan) manusia yang tidak berdasarkan alasan agama. Oleh karena itu, walaupun kita masak sampai hanguspun, maka daging babi itu tidak bisa menjadi halal.

Adapun tentang memelihara jenggot, Nabi SAW menjelaskan sebabnya, yaitu supaya berbeda dengan orang-orang musyrikin atau orang-orang Majusi. Di dalam ha…

Tentang Musbil Dan Isbal

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Musbil adalah Orang yang isbal yaitu orang yang menjulurkan pakaian atau kain izaarnya sampai di bawah mata kaki atau melebihi batas mata kaki. Isbal artinya menjulurkan pakaian melebihi mata kaki.
Dalam hadits diriwayatkan :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض اَنَّ رَسُوْلَ للهِ ص قَالَ: لَا يَنْظُرُ اللهُ اِلىَ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ. البخارى 7: 33 Dari Ibnu ‘Umar RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret pakaiannya karena sombong”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 33]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لَا يَنْظُرُ اللهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ اِلَى مَنْ جَرَّ اِزَارَهُ بَطَرًا. البخارى 7: 34
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari qiyamat Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret izaarnya karena sombong”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 34]

Hari Kemenangan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Diantara pilar-pilar dalam masjid ada hamba Allah bersandar, merenung, berDZIKIR dan tilawah ayat-ayat suci. Inilah pemandangan malam terakhir ramadhan tahun ini di beberapa Masjid-masjid. Setiap ada permulaan, pasti akan bertemu penutupan.
Mereka yang meyakini Ramadhan sebagai bulan kemuliaan, sudah berlomba bersama ibadah yang terbaik, berharap bukan Ramadhan terakhir. Andaikan yang "terakhir" semoga semua ibadah di bulan ini diterima dengan sebaik-baiknya penerimaan disisiNYA, disempurnakan yang masih banyak kekurangan, tak ada yang sia-sia.
Kemenangan Ramadhan adalah saat Allah memberi ampunan atas dosa-dosa kita. Ampunan dosa akan mengembalikan jiwa kepada kesucian dan kebersihan hati kita. Ini yang akan membuat energi positif, perilaku baik-jujur, pikiran kreatif dan jiwa yang merdeka.

Mudik - Mulih Sedilok

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjukNYA yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur". (QS Al Baqarah 185)
Usai puasa kegiatan utama masyarakat kita adalah mudik. Budaya yang hanya terjadi di Indonesia. Mudik adalah kegiatan perantau / pekerja migran untuk pulang ke kampung halamannya.
Ada yg mengartikan mudik, singkatan yang berasal dari bahasa jawa ngoko, yaitu "mulih Sedilok", yaitu pulang sebentar.
Mudik, saat kita sibuk bersalam-salaman, saling mengunjungi, memaafkan dan berkumpul reunian dengan jaringan sosial, kawan-kawan yang menghadirkan sejarah masa lalu.
Manusia tidak bisa hidup tanpa masyarakatnya. Kebersamaan antara beberapa individu dalam suatu wilayah terbentuk masyarakat. Bantuan pihak lain sangat dibutuhkan, apapun profesi kita. Solidaritas sosial menjadi tema mudik terpenting.

Terminal Akhir Ramadhan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Makna puasa tak pernah selesai kita kaji. Kedalaman syariah "puasa" yang juga ditetapkan Allah kepada para Nabi sebelum Nabi SAW, membuatnya menjadi metode / thoriqah yang luar biasa membentuk diri "manusia seutuhnya", ahsani taqwiim.
Puasa lebih mendekatkan kita kepadanNYA. Meningkatkan naluri manusia untuk sadar akan bentuk kejadiannya dan lebih dekat dengan hidayahNYA. Kita menjadi paham betapa sia-sia kekayaan, materi, popularitas, pangkat, rasa kenyang dan semua nikmat dunia tanpa hidayahNYA, kebersyukuran.
ٱلَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ ٢ وَٱلَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ ٣  yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya). dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk (QS Al A'la 2-3)
إِنَّا هَدَيۡنَٰهُ ٱلسَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرٗا وَإِمَّا كَفُورًا   Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir (QS Al-Insan 3)

Malam Kemuliaan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Lailatul Qodar, adalah satu diantara keistimewaan bulan Ramadhan. Al-Qur'an menyebutnya sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam yang penuh berkah ditetapkan segala urusan besar dengan penuh kebijaksanaan.
لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS Al Qodar 3)
إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةٖ مُّبَٰرَكَةٍۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ٣ فِيهَا يُفۡرَقُ كُلُّ أَمۡرٍ حَكِيمٍ ٤  Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (QS Ad Dukhon 3-4)
Inilah malam Nabi SAW, mengamalkan i'tikaf di masjid untuk merenung dan penyucian jiwa. Masjid adalah tempat suci, diharapkan segala kebaikan dimulai. Suasana masjid yang tenang, jauh dari keramaian akan bisa menenangkan pikiran dan menguatkan iman.

Peduli Sesama

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Hidup akan penuh kebahagiaan bila kita banyak memberi. Pemberian terbaik adalah saat kita tak mengharapkan balasan dari mereka yang kita beri. Seperti pemberian ibu kepada anak-anaknya, hanya memberi tak harap kembali.
Saat memberi mengharapkan imbalan dari mereka yang kita tolong, tetaplah membahagiakan. Kebahagiaan bersyarat, karena dia akan bersiap mendapatkan kekecewaan bila tak mendapat balasan yang diinginkan.
Kepedulian tidak hanya bisa hadir dengan informasi tentang penderitaan masyarakat yang menderita. Namun dibutuhkan interaksi, kedekatan dengan penderitaan. Ikut merasakan penderitaan akan muncul kepekaan sosial yang berujung dengan kepedulian, beramal meringankan / menolong yang menderita.

Teringat Dosa

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Malam ini terasa senyap. Ingin sendiri, merenung tentang kejadian diri dan hari akhir. Merenung tentang dosa. Berat terasa saat menyebutkannya, DOSA.
Ajaran agama menghubungkan dosa dengan penyebab masuk neraka di akherat nanti. Dosa dihubungkan dengan banyak larangan. Inilah anggapan bahwa agama itu sempit, membatasi, menakutkan dan tidak menyenangkan.
Al-Qur'an dan Hadits menyebut dosa (bhs Indonesia) dengan kata "khathaya / dzanbun / itsmun / sai-ah / kabair". Kalimat-kalimat yang sering disambut sinis karena berbicara akhirat dianggap perkara yang jauh dan mengekang kebebasan.
Mengetahui dosa adalah anugerah, mampu menjauhinya adalah rahmah. Dosa ibarat ranjau, diberitahukan Allah dan RasulNYA agar tidak dilalui jalannya supaya hidup kita selamat sampai akhir hayat. Berbuat dosa tidak hanya berurusan dengan akhirat, tetapi di dunia kita akan mengalami keadaan yang pahit dan mengerikan.

Harta Yang Paling Berharga

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Pagi ini setelah tilawah Al Qur'an bersama, kita membacakan doa khatmil Qur'an. Aqila anak terkecil usia 8 tahun sudah tuntas tilawah 30 Juz. Mata ini tak bisa membendung luapan air mata keharuan. Apalagi kemudian si bungsu ini menyanyikan lagu "Harta Berharga" yang dipopulerkan Bunga Citra Lestari melalui tayangan sinetron jadul, keluarga cemara. ( kata Muh. Iqbal)
"Harta yang paling berharga, adalah keluarga. Istana yang paling indah, adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna, adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga."
Keluarga itu ibarat satu bangunan, harus punya pondasi kuat dan bahan bangunan yang kokoh dan jalinan perekat yang lengket. Pondasi kehidupan keluarga adalah ajaran agama. Dan bahan bangunan dan jalinan perekat berupa pemenuhan hak dan kewajiban diantara anggota keluarga; suami-ayah, istri-ibu beserta anak-anak.

Anak Sholeh

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم 
Cerita Pak Muh. Iqbal, Malam ini saya menemani anak-anak i'tikaf di masjid. Menjelaskan tentang doa yang didengar Tuhan atau ijabah. Saat bertanya tentang apa keinginan yang ingin dikabulkan oleh Allah. "Saya ingin jadi super Hero, agar bisa membunuh Dajjal, "Seru Taqwa, kakak si bungsu yang baru berusia 11 tahun.
Kita dan anak-anak seperti putaran nasib yang dipergilirkan. Saat mereka lahir, mereka benar-benar butuh kita. Sentuhan, dekapan keikhlasan sangat mereka butuhkan namun kita sering abaikan.
Semakin bertambah umur, posisi kita bisa melemah. Mereka lebih mendengar kawan-kawannya bila kita tidak menabung kedekatan dengan mereka. Kita butuh lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang generasi penerus ini.

Akhlak Mulia

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم 
Hidup itu dinamis, terus bergerak. Pergerakan kehidupan untuk menuju mencapai tujuan. Tujuan yang benar menjadikan pergerakan hidup kita bermuara amal kesholehan. Landasan amal yang diterima adalah keikhlasan.
Agama datang memperkenalkan kebenaran untuk mewujudkan kebaikan.
Yang benar belum tentu baik. Kebenaran terbatas menyatakan sesuatu itu salah atau tidak salah. Adapun kebaikan lebih dari benar, karena kebaikan berkaitan nilai-nilai moralitas, akhlaqul karimah (perilaku mulia). Akhlak yang mulia bisa diwujudkan dengan menghujamkan cinta, peduli dan bersikap santun pada sesama. Misi utama yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah mengajarkan agama dengan tujuan memperbaiki akhlak manusia.

Cinta Kepada Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Kata yang terdengar puitis dan sentimentil, cinta. Kita sulit menjelaskan secara ilmiah makna cinta. Karena cinta adalah rasa di dalamnya melekat pertanggungjawaban.
Cinta tidak pernah lepas dari sejarah keberadaan manusia. Tak dapat diciptakan dan tak bisa dimusnahkan. Ia menembus ruang, waktu dan menghancurkan semua halangan.
Sungguh cinta itu sangat sederhana, tak perlu diperdebatkan dan tak butuh kategori ilmiah. Membunuh cinta berarti memasuki area rasa benci.
Terkadang perasaan cinta dan benci hadir bersamaan. Peristiwa kekerasan, penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi di negeri kita belakangan ini sulit dirasakan apakah timbul karena benci ataukah dari rasa cinta.

Membaca Bagian Dari Keilmuan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Kata pertama, dari wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah "Iqra" . Berbentuk fiil amr, kata kerja perintah yang artinya bacalah. Perintah membaca yang ditujukan tidak hanya pribadi Nabi tapi untuk semua manusia sepanjang sejarah hidupnya.
Membaca adalah kunci pembuka jalan kebahagiaan kehidupan dunia dan akherat. Membaca mengantar derajat manusia berkedudukan tinggi. "Robbuka al Akram" Tuhan akan anugerahkan puncak kemuliaan bagi hambaNYA yang membaca.
Aktifitas membaca akan membuka cakrawala keilmuan yang bermuara dari tauhid kepada kebenaran, meningkatkan iman dan pengakuan atas kebesaranNYA. Membaca adalah pembuka pintu gerbang ilmu, mencari kepahaman.

Kekuasaan Pemerintah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Negara demokrasi adalah negara yang berasaskan persamaan hak untuk menyuarakan kata hati. Siapa saja boleh bersuara, semua pendapat dihormati tapi jangan keras-keras dan belum tentu didengar.
Melalui Piagam Madinah, Nabi Muhammad SAW pernah menancapkan roh demokrasi dengan merangkul dan memberikan hak suara kepada semua suku, kabilah dan semua agama: Islam, Nasrani, Yahudi dan Majusi. Semua warga masyarakat mendapatkan jaminan sama dalam berkehidupan selama mematuhi Piagam Madinah.
Di Indonesia ada demokrasi yang ditegakkan berwujud demokrasi Pancasila. Setiap warga negara mendapatkan kewajiban dan hak yang sama menyatakan pendapat. Ada saluran aspirasi dalam badan Dewan Perwakilan Rakyat. Wakil Rakyat ini juga pejabat, sebagaimana pemerintah (lembaga eksekutif). Para pejabat bekerja berdasar hukum dan perundang-undangan. Atas nama hukum bisa berdiri di atas segalanya, bahkan di atas Tuhan Yang Maha Esa.

Ingat Mati

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un... Telah berpulang ke Rahmat Allah ulama kita Ustadz Arifin Ilham. In syaa Allah beliau husnul khotimah. Demikian berita WA yang saya terima pagi ini. Setiap membaca berita kematian, jiwa ini selalu membayangkan nama yang meninggal itu nama saya.
Apakah jiwa anda juga merasakan apa yang saya rasakan? Kita tidak bisa mengendalikan laju jiwa ini. Allah-lah yang memegang jiwa orang ketika kematiannya, waktu tidurnya. Dia pula yang menahan jiwa orang yang telah ditetapkan kematiannya dan DIA melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.
ٱللَّهُ يَتَوَفَّى ٱلۡأَنفُسَ حِينَ مَوۡتِهَا وَٱلَّتِي لَمۡ تَمُتۡ فِي مَنَامِهَاۖ فَيُمۡسِكُ ٱلَّتِي قَضَىٰ عَلَيۡهَا ٱلۡمَوۡتَ وَيُرۡسِلُ ٱلۡأُخۡرَىٰٓ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمًّىۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ   Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (ora…

Jagalah Persatuan Antar Umat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Pagi ini 22 Mei 2019 di Jakarta mencekam. Ada pembunuhan, kekerasan, pembakaran dan tindakan anarkis. Inilah saat norma-norma agama dipinggirkan. Akankah sejarah hitam kembali terulang di Negara yang mayoritas penduduknya pengikut Nabi Muhammad SAW.
Nabi yang hadir di kancah pertikaian antar kabilah, antar suku. Negeri dimana perbudakan antar manusia menjadi komoditi paling dicari, budi pekerti merosot di level kebinatangan. Hukum berpihak pada yang kuat, berkuasa. Siapapun yang berkuasa, ada kekuatan bisa dan berhak menghitamputihkan kaumnya.
Nabi menyatukan bangsa Arab dengan panji Tauhid. Persatuan dalam peradaban kemuliaan, tanpa sekat-sekat warna kulit, kesukuan, bangsa dalam persaudaraan penuh ikhlas dan kasih sayang.

Sahabat Sejati

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Kata "khairan katsiraa" (kebaikan yg sangat banyak) dalam AlQur'an hanya berulang dua kali. Salah satunya terdapat dalam Surah An Nisa' ayat 19, berkenaan sikap sabar yang harus hadir terhadap pasangan kita saat muncul rasa ketidaksukaan kepada pasangan karena boleh jadi Allah menjadikan dibalik ketidaksukaan itu kebaikan yang banyak.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَحِلُّ لَكُمۡ أَن تَرِثُواْ ٱلنِّسَآءَ كَرۡهٗاۖ وَلَا تَعۡضُلُوهُنَّ لِتَذۡهَبُواْ بِبَعۡضِ مَآ ءَاتَيۡتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأۡتِينَ بِفَٰحِشَةٖ مُّبَيِّنَةٖۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَيَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرٗا كَثِيرٗا   19. Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji ya…

Ketakutan Dalam Hidup

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Lintasan ketakutan bisa hadir kepada siapa pun. Jenderal yang paling berani pun, bila menghadapi pedang berkilat tajam atau kerasnya dentuman bom, akan timbul rasa takut meski disembunyikan.  Rasa takut akan bisa hadir terhadap manusia yang normal karena menjadi bagian kehidupannya. Takut penyakit, rampok, teror dari teroris, berpisah dengan orang-orang yang dicintai, kehilangan harta yang disayangi, kurang rizki dan akhir kehidupan, kematian.
Rasa takut dalam pengertian negatif, bila dibiarkan menguasai kita akan memunculkan rasa rendah diri. Takut mengambil / menuntut haknya sendiri. Sering merasa serba salah, serba canggung dan berada dalam tekanan "bayang-bayang" yang tak nyata.
Namun ada takut positif, yang bisa mendatangkan kebaikan. Takut tidak lulus ujian, menjadikan pelajar / mahswa belajar lebih giat. Takut terkena penyakit, menjadikan kita berhati-hati memilih makanan dan minuman yang terjamin kesehatannya.

Kegagalan - Ujian Atau Cobaan Hidup

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Usaha manusia mengejar cita dan keinginannya belum tentu menjamin keberhasilan. Banyak yang telah memulai perjalanan, namun banyak pula yang pulang dengan tangan hampa. Tak sedikit yang jatuh tersungkur, babak belur tapi ia mampu bangkit, tegak dan berjalan kembali.
Ada pula yang setelah terjatuh sekali, ia tak berani melangkahkan kaki. Pengalaman jatuh menjadikan hidup penuh kekhawatiran dan kegelisahan. Pupus harapannya, mereka mati sebelum mati. Kegagalan itu adalah masalah kecil, namun putus harapan itulah masalah yang sangat besar.
Kata "kegagalan" dalam kalimat judul sebenarnya tidak tepat. Bagi orang bijak akan lebih senang menggunakan pilihan kata "ujian atau cobaan hidup". Untuk bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi manusia tak akan pernah raih tanpa menjalani ujian atau pembelajaran melalui cobaan hidup.

Dakwah Yang Mencerahkan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Agama yang dibawa para Rasul adalah pencerah alam, penyelamat umat. Agama hadir untuk menyingkap kegelapan yang menutup jiwa, membuka jalan dan membangun keyakinan akan kebenaran, kebaikan hakiki.
Nabi Muhammad selama 23 tahun mampu mengubah wajah peradaban dunia dengan dakwah. Dakwah yang cerah dan mencerahkan. Memahamkan yang belum paham, menyederhanakan ilmu yang rumit menjadi mudah diterima dan diamalkan. 
Saat ini, kegiatan dakwah sangat semarak di tengah-tengah umat. Kemajuan teknologi memudahkan kita mengakses ilmu dari para ulama. Rasul adalah cahaya, ulama adalah pemantul cahaya. Pertanyaannya mengapa banyak dan maraknya pengajian, makin mengerikan pula kemerosotan moral anak bangsa. Ataukah kita yang tidak memahami makna dakwah.

Menerima Kebenaran

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Merasa paling benar, bisa menjadi penyakit berbahaya yang menyerang jasmani dan ruhani. Mata akan buta, telinga menjadi tuli dan hati menjadi tertutup. Tidak akan mau menerima kebenaran di luar dirinya. Cermin yang dibelah, dibanting pecah berkeping-keping bila buruk rupa / wajahnya.
Merasa paling benar, menjadikan orang jauh dari sikap tasamuh / toleran, rendah hati dan saling hormat / menghargai. Untuk mempertahankan pendapatnya, mereka akan menghakimi pihak-pihak yang berbeda dengan kehinaan dan kerendahan.
Kita semua adalah saudara. Tugas sesama saudara adalah mengingatkan saudaranya yang lain saat belum tahu jalan. Mengingatkan dengan nasehat yang baik, beritahu jalan kebenaran.

Ketaqwaan Kepada Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Agama diturunkan Allah kepada kita, supaya jelas hidup kita dari kegelapan dan cahaya terang. Manusia diberikan kebebasan untuk berpikir, berbuat dan berbicara. Namun manusia tidak sanggup lepas dari kuasa Tuhan.
Termasuk kuasa Allah adalah membuat perjanjian dgn manusia. Perjanjian saat ruh ditiupkan dalam janin manusia. Berjanji mengakui sepenuh jiwa akan konsep Rububiyah, Allahlah yg paling berkuasa atas kehidupan kita dan memberikan kuasaNYA utk kita dengan keharusan mendekat kepadaNYA. "Qoluu balaa syahidnaa", itulah jawaban awal kita tentang perjanjian dengan Tuhan. 
Maknanya adalah sebagai manusia kita tidak akan komplain, mencari alasan, gampang menyerah / putus asa dan menyesal hadir di dunia dengan segala aneka pernik kehidupan di dalamnya.

Mendidik Anak

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Hidup adalah perjalanan. Ada orang yang hidupnya lurus-lurus saja, ada pula yang perjalanan hidupnya berliku-liku. Ada kehidupan bagaikan sungai yang manfaatnya luas. Hadir juga yang seperti kanal, laju hidupnya pelan tapi dalam. Bahkan banyak yang lalu lintas kehidupannya keruh, seperti dalam gorong-gorong.
Sungguh Allah-lah pemilik sekaligus pengatur lalu lintas perjalanan kehidupan manusia. Perjalanan dari Tuhan, menuju Tuhan. Inilah perjalanan pulang-pergi, Innaa liLlahi wa innaa ilaihi raaji'uun.
Saat menatap anak-anak kita, pernahkah terpikir tentang harapan yang tertuju untuk perjalanan kehidupan kita. Adakah keyakinan bahwa anak-anak kita akan memberikan kebahagiaan.

Taubat Kepada Allah Swt

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Manusia adalah makhluk mulia, diciptakan dengan sangat sempurna. Manusia mampu membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang mulia dan hina serta mana yang halal dan haram. Manusia mendapat karunia terbaik berupa akal, kejiwaan dan berkomunikasi supaya tidak sesat jalan hidupnya.
Manusia diberikan kebebasan berkehendak 'iradat' atau karsa. Manusia bukanlah budak hawa nafsu, tetapi pandu yang bisa mengatur hawa nafsu meraih kemuliaan. Pilihan hidup manusia bersumber dari jiwanya. Bila bersih jiwanya maka kemuliaanlah yang hadir, namun bila kotor jiwanya maka kebusukanlah yang nampak.

Mencintai Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Agama adalah input, adapun nilai - nilai yang diajarkan oleh Allah dan RasulNYA merupakan masukan bagi jiwa manusia. Outputnya adalah amal kesalehan. Keberhasilan pengamalan ajaran agama akan terlihat dalam perilaku sosial, bukan pada simbol - simbol saja.
Kebaikan seorang tidak cukup dilihat dari kesalehan pribadinya saja, namun harus diwujudkan pada kesalehan sosialnya. Manusia akan diliputi kehinaan dimana saja berada kecuali bila mampu menghubungkan tali cinta kepada Allah dan tali cinta kepada sesama.
Ada cara mencintai Tuhanmu sesuai dengan kehendakNYA. Karena banyak diantara kita melakukan perjalanan menuju Allah, namun yang dilalui jalan yang tidak disukaiNYA. Mereka mencipta sendiri jalan yang akan dilewati. Mereka mengira memuja Allah, padahal yang mereka puja adalah diri sendiri.

Berkomunikasi Dengan Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Alhamdulillah satu pekan tamu kemuliaan ramadhan kita temui. Diantara strategi terpenting dalam bulan ini adalah bermunajat dan berdoa. Bagi orang-orang yang beriman berdoa akan meningkatkan komunikasi langsung denganNYA.
Komunikasi dengan Allah adalah komunikasi kebenaran. Untuk mempertajam komunikasi kita dengan Tuhan bergantung komunikasi kita dengan orang lain dan diri sendiri. Niat ibadah yang kita laksanakan adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk pamer kepada orang lain.
Mereka yang suka pamer atas amal kebaikan akan menimbulkan sifat angkuh, sombong dan kemunafikan.

Menjadi Sukses

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kehidupan seseorang dengan hasil terbesarnya pasti ada akhirnya. Kematian adalah pintu penutupnya. sebagaimana dalam surat Ali Imron ayat 185:
كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ ١٨٥  Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Q.S. Ali Imron ayat 185)
Kata beruntung / faza disebutkan sebanyak 19 kali dalam Al-Qur'an. Keberuntungan adalah hasil paling besar dari kesuksesan hidup di dunia. Keberuntungan adalah prestasi puncak atas pekerjaan dan karier seseorang.

Mengingat Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Melihat pergerakan alam semesta ini menjadi bagian tanda kebesaran ayat-ayat Illahi. Semua alam bergerak berputar, bulan berputar mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, matahari mengelilingi bima sakti dan seterusnya. Itulah "thawaf", seperti dalam haji. Mengelilingi Ka'bah untuk kembali menuju asal, hajar aswad. Hajar aswad adalah simbol permulaan dan akhir. Simbol naluri manusia untuk keinginan kembali ke asal.

Ka'bah adalah bayt Allah / rumah Tuhan. Bila pergi ke Makkah banyak jamaah terharu melihat Ka'bah inilah psikologi dari mereka yg menemukan asal, mengingat / berdzikir kepadanya. Bagaikan bayi yang tentram dalam pelukan sang Ibu, dengan berdzikir pun seolah-olah kita dalam dekapannya.

Ikhlas Berbagi Atau Bersedekah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Banyak dari kita, menghitung angka mulai dari satu (1). Kita lupa bahwa ada satu angka yang menjadi cikal bakal dari angka-angka setelahnya, yaitu angka nol / zero (0). Matematikawan akan repot bila kehilangan angka nol. Begitupun kehidupan, nol tidak berarti kosong dan tak mengerti. Nol adalah kerendahan hati, keikhlasan dan energi besar yang bisa melahirkan karya dan manfaat besar untuk banyak orang.

Banyak yang tidak percaya kekuatan ikhlas. Ikhlas dianggap kekalahan. Ikhlas itu tulus dan menerima bukan kalah. Menerima kemuliaan dan kebaikan. Ikhlas bukan pecundang tapi pemenang. Jalan keikhlasan adalah jalan keagungan dan kesyukuran tak ada penyesalan.

Menyambut Kelahiran Anak

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Orang tua hendaknya bergembira menyambut kelahiran putranya, baik itu laki-laki maupun perempuan. Jangan sampai khawatir tidak bisa memeliharanya, membiayainya dan takut miskin. Allah SWT berfirman :
وَ لَا تَقْتُلُوْآ اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍ، نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَ اِيَّاكُمْ، اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيْرًا. الاسراء: 31 Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami lah yang akan memberi rizqi kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (31) [QS. Al-Israa': 31]

Hidup Bahagia - Nerimo Ing Pandum

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Sejarah hidup manusia hanya berkisar empat pasal; lahir, menangis, tertawa dan mati. Ini akan dialami siapapun, mulai rakyat kecil, para jenderal, penguasa dan orang-orang kaya. Kehidupan mereka tak lepas dari dua rasa; manis-pahit, sedih-gembira, lapang-sempit dan suka-duka yg terus berganti dalam tawa dan tangis. Dua rasa yg hakikatnya satu, sebagai ungkapan keyakinan dan rasa iman untuk menyambut ridhoNYA dengan segala karuniaNYA, apapun bentuknya.
Dr Alfred Korzybski, seorang dokter dan pakar matematika pernah merumuskan tentang kebahagiaan yg dikenal dengan "teori Korzybski".
Rumusan teorinya adalah bila anda mengharapkan lebih banyak hidup ini maka anda akan banyak mendapatkan kekecewaan. Perasaan bahagia akan hadir saat sederhana pengharapan anda dan disesuaikan batas-batas lingkungan dan kemampuan anda.

Puasa dan Makan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Bahagia bisa kembali bertemu dengan Ramadhan. Inilah bulan kemuliaan, saat Allah SWT akan mengendalikan kita melalui syariah / aturan puasa. Puasa adalah bukti cintaNYA kepada kita; supaya kita memiliki kesadaran terhadap keberadaanNYA dan melahirkan perilaku akhlak mulia.
Kita bisa berbohong kepada orang lain dengan status "sedang berpuasa". Berpura-pura lemas dan memanfaatkan puasa utk membenarkan kemalasan kita. Namun tidak bisa berbohong dengan Tuhan. karena firmanNYA,"Puasa itu bagiKU dan AKU-lah yang akan membalasnya.."(Hadits Qudsi).

Ramadhan dengan ilmu puasa mengajarkan kita tentang hakikat makan. Mendidik kemampuan membuat jarak antara makan dan nafsu. Sungguh sayang bahasan kita tentang Ramadhan hanyalah seputar menu sahur dan berbuka puasa saja.

Thawaf Wada

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Seseorang yang melakukan ibadah haji dan umrah diperintahkan bagi mereka untuk melakukan tawaf wada. Tawaf wada ialah kewajiban bagi setiap jamaah haji dan umrah saat mereka hendak meninggalkan Kota Suci Makkah
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: اُمِرَ النَّاسُ اَنْ يَكُوْنَ آخِرُ عَهْدِهِمْ بِاْلبَيْتِ اِلاَّ اَنَّهُ خَفَّفَ عَنْ اْلحَائِضِ. البخارى 2: 195 Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata : “Diperintahkan pada manusia supaya akhir masa mereka adalah (thawaf) di Baitullah, hanya saja beliau memberi keringanan terhadap wanita yang sedang haid”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 195]

Mabit Di Mina

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Mabit di Mina atau Bermalam di Mina pada hari tasyrik yaitu bermalam di Mina pada hari-hari Tasyrik pada malam tanggal 11, 12 dan 13 dzulhijjah
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: اِسْتَأْذَنَ اْلعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ اْلمُطَّلِبِ رَسُوْلَ اللهِ ص اَنْ يَبِيْتَ بِمَكَّةَ اَيَّامَ مِنًى مِنْ اَجْلِ سِقَايَتِهِ، فَاَذِنَ لَهُ. ابن ماجه 2: 1019، رقم: 3065 Dari ‘Ibnu ‘Umar, ia berkata : ‘Abbas bin ‘Abdul Muththalib meminta ijin kepada Rasulullah SAW untuk bermalam di Makkah pada hari-hari Mina karena akan memberikan minum (para haji), maka beliau mengijinkannya. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal 1019, no 3065]
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: لَمْ يُرَخّصِ النَّبِيُّ ِلاَحَدٍ يَبِيْتُ بِمَكَّةَ اِلاَّ لِلْعَبَّاسِ مِنْ اَجْلِ السّقَايَةِ. ابن ماجه 2: 1019، رقم: 3065 Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Nabi SAW tidak memberikan ijin kepada siapapun untuk bermalam di Makkah, kecuali kepada Abbas, karena dia akan memberikan minum. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1019, no. 3066]

Obat Tradisional Pengusir Demam Anak

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Sedikit pengetahuan bagi para orangtua yang memiliki putra putri yang masih bayi atau balita. Inilah beberapa pilihan obat penurun panas atau Demam secara tradisional yang dapat dicoba. Penting diperhatikan, dosis yang tercantum pada ramuan berikut adalah dosis untuk orang dewasa. Bila ingin diberikan kepada anak, bacalah aturan dosis bagi anak dan sesuaikan dengan tingkatan usianya. (Lihat : Dosis Aman untuk Anak)
Aneka Obat Tradisional Penurun Panas / Demam
1. Lempuyang Emprit (Zingiber amaricans) 
Memiliki kandungan senyawa minyak atsiri, yaitu sekuiterpenketon yang bermanfaat untuk menurunkan panas. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya putih kekuningan dan rasanya pahit.  Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi lempuyang emprit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sendok makan (sdm) madu bunga kapuk, aduk rata. Berikan 3 kali sehari. 

Hakekat Puasa Ramadhan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Sahabat saudaraku fillah, yang di Rahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mempunyai banyak keistimewaan yang tidak dimiliki oleh sebelas bulan lainnya.

Salah satu keistimewaan bulan Ramadan adalah diwajibkannya shaum/puasa di bulan ini, bagi orang-orang yang beriman,shaum yang secara sederhana dapat kita artikan ‘Menahan Diri”. yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Yang dimaksud membatalkan shaum di sini bukan hanya mengurangi nilai ibadahnya akan tetapi juga mencakup hal-hal yang membatalkan hakikat, tujuan dan membatalkan pahalanya. Kalau shaum dimaknai hanya menahan diri dari yang membatalkan ibadahnya secara syar’i, maka hal ini tidak seberat ketika dimaknai menahan diri segala yang membatalkan hakikat, tujuan dan pahala shaum.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Keutamaan bulan Ramadhan diantaranya :

1. Ramadhan bulan Al-Qur’an

Allah Ta’ala berfirman, “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an.” (Al-Baqarah:185). Firman Allah Ta’ala “Unzila fiihil Qur’an” mengandung beberapa makna :
Turunnya Al-Qur’an dari Lauhil Mahfuzh ke langit dunia sebagaimana menurut Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu. Atau Allah menurunkan permulaan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad shallallahu‘alaihi wasallam pada bulan Ramadhan karena Al-Qur'an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar, sedang Lailatul Qadar ada pada bulan Ramadhan. Menurut pendapat lain yakni bulan diturunkannya Al-Qur’an yang memuji bulan Ramadhan, menyanjungnya, men-jelaskan keutamaannya dan mewajibkan puasa di dalamnya. Maksud yang paling kuat dalam hal ini adalah makna yang pertama, kemudian makna yang kedua.

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Puasa bukan sekedar kegiatan umat muslim tetapi lebih dari itu, yang memberikan efek luar biasa terhadap kesehatan tubuh. jika disertai dengan diet yang benar akan mendapatkan manfaat dari puasa yang lebih maksimal.
Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta benda. Untuk menjaga kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk istirahat. Puasa, yang mensyaratkan untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain.

Melempar Jumrah Uulaa Wustha dan Aqabah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Melempar Jumrah Pada Hari Tasyriq
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض اَنَّهُ كَانَ يَرْمِى اْلجَمْرَةَ الدُّنْيَا بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ يُكَبّرُ عَلَى اِثْرِ كُلّ حَصَاةٍ ثُمَّ يَتَقَدَّمُ حَتَّى يُسْهِلَ فَيَقُوْمَ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ فَيَقُوْمُ طَوِيْلاً وَ يَدْعُوْ وَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ ثُمَّ يَرْمِي اْلوُسْطَى ثُمَّ يَأْخُذُ ذَاتَ الشّمَالِ فَيَسْتَهِلُ وَ يَقُوْمُ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ فَيَقُوْمُ طَوِيْلاً وَ يَدْعُوْ وَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ وَ يَقُوْمُ طَوِيْلاً ثُمَّ يَرْمِي جَمْرَةَ ذَاتِ اْلعَقَبَةِ مِنْ بَطْنِ اْلوَادِي وَ لاَ يَقِفُ عِنْدَهَا ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُوْلُ هكَذَا رَاَيْتُ النَّبِيَّ ص يَفْعَلُهُ. البخارى 2: 194 Dari Ibnu Umar, RA bahwasanya dahulu ia melempar jumrah yang dekat (jumrah Uulaa) dengan tujuh kerikil, dan bertakbir pada setiap kali lemparan, kemudian maju sehingga bertempat di tanah yang datar, lalu berdiri dan menghadap kiblat, lalu berdiri lama, dia berdoa sambil mengangkat kedua tangannya. Kemudian ia melempar jumrah w…

Gambaran surga dan neraka Part 2

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Hidup Sesudah Mati
وَعَدَ اللهُ اْلمُؤْمِنِيْنَ وَ اْلمُؤْمِنتِ جَنّتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا وَ مَسكِنَ طَيّبَةً فِيْ جَنّتِ عَدْنٍ، وَ رِضْوَانٌ مّنَ اللهِ اَكْبَرُ، ذلِكَ هُوَ اْلفَوْزُ اْلعَظِيْمُ. التوبة:72
Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridlaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. [QS. At-Taubah : 72]
اِنَّ اْلمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّتٍ وَّ عُيُوْنٍ(45) اُدْخُلُوْهَا بِسَلمٍ امِنِيْنَ(46) وَ نَزَعْنَا مَا فِيْ صُدُوْرِهِمْ مّنْ غِلّ اِخْوَانًا عَلى سُرُرٍ مُّتَقبِلِيْنَ(47) لاَ يَمَسُّهُمْ فِيْهَا نَصَبٌ وَّ مَا هُمْ مّنْهَا بِمُخْرَجِيْنَ(48) نَبّئْ عِبَادِيْ اَنّيْ اَنَا اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ(49) وَ اَنَّ عَذَابِيْ هُوَ اْلعَذَابُ اْلاَلِيْمُ(50) الحجر:45-50 Sesungguhnya orang-orang yang bert…

Jagalah Hati Jagalah Dirimu

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 
MEREKA ORANG BAIK ATAU KITA YANG KURANG BAIK
Mendukung Boleh. Tapi jangan terlalu FANATIK sehingga Akal sehat mu tidak dipakai. Alangkah Lebih baiknya Dukunglah dengan Doa. Doakan Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Jika tidak Suka Pak Jokowi Gak perlu dihujat, Fitnah, Dihina fisik. Begitu juga sebaliknya Jika tidak Suka Prabowo tidak perlu dihina, dihujat atau dihina. Doakan masing-masing saja. Apakah menghujat akan merasa Puas hatimu? Tidakkah justru akan menambah pundi2 dosa?