Ketaqwaan Kepada Allah


Agama diturunkan Allah kepada kita, supaya jelas hidup kita dari kegelapan dan cahaya terang. Manusia diberikan kebebasan untuk berpikir, berbuat dan berbicara. Namun manusia tidak sanggup lepas dari kuasa Tuhan.

Termasuk kuasa Allah adalah membuat perjanjian dgn manusia. Perjanjian saat ruh ditiupkan dalam janin manusia. Berjanji mengakui sepenuh jiwa akan konsep Rububiyah, Allahlah yg paling berkuasa atas kehidupan kita dan memberikan kuasaNYA utk kita dengan keharusan mendekat kepadaNYA. "Qoluu balaa syahidnaa", itulah jawaban awal kita tentang perjanjian dengan Tuhan. Maknanya adalah sebagai manusia kita tidak akan komplain, mencari alasan, gampang menyerah/ putus asa dan menyesal hadir di dunia dengan segala aneka pernik kehidupan di dalamnya. (Lihat QS. AlA'raaf; 172)
Setiap manusia mendapat tugas yg disesuaikan 'maqam', kedudukannya. Kemampuannya pun berbeda2, tidak boleh disamakan, kesanggupan berpikir pun bermacam2, tidak perlu diperbandingkan. Hanya ketakwaan yg menjadi ukuran Tuhan terhadap manusia.

Takwa adalah menghambakan diri kepadaNYA. Mereka akan selalu menyandarkan hidup pada Allah. IA-lah tuan rumah jiwa, tujuan dan pusat orientasi hidupnya. Kehidupan yg penuh cinta, tawakkal dengan nilai2 ketuhanan mewarnai jiwanya.

Orang bertakwa senantiasa rendah hati terhadap sesama, rajin ibadah, harmonis dalam berkeluarga dan jujur saat berniaga. Mereka percaya sepenuh hati bahwa Allah pengatur segalanya.

Saat memperoleh nikmat, orang bertakwa dengan kesyukuran akan berbagi kepada sesama. Tatkala hadir musibah, mereka merasa tidak sendiri. Dekat dengan Allah, menjadikan hidup tidak galau karena ada tempat bercurah derita dan beban kehidupan. Takwalah yg menjadikan manusia senantiasa bahagia, penuh kedamaian dan selamat dunia-akherat.

Saudaraku,

Bertakwalah karena menjadi dasar utama dari agama dan kebaktian kita kepadaNYA. Yakinilah hanya Allah yg memberi hidup, mati dan dari Allah-lah akhir dari segala urusan. Ketakwaan dan keyakinan itu akan menghilangkan duka nestapa, rasa takut, kekhawatiran dan kecemasan.

(Lihat QS. Fushshilat; 30)

Allahu a'lamu bishowab
11 Ramadhan 1440H

Tren Blog

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Aqiqah

Hadits Tentang Khitan

Syarat Menjadi Imam Dalam Shalat Berjama'ah