Posts

Berbagi Sehat Cegah Virus Corona

1. Corona merupakan virus berukuran besar. Diameter virus ini 400-500 micro, sehingga masker jenis apa pun dapat mencegah masuknya ke tubuh kita dan tidak perlu menggunakan masker yang mahal. 2. Virus corona tidak melayang di udara, tapi menempel pada benda, sehingga penularannya tidak melalui udara. 

Tentang Memelihara Jenggot

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Tentang Jenggot Hukum-hukum agama yang disyariatkan kepada kita, ada yang tidak diterangkan sebabnya, dan ada pula yang diterangkan (dijelaskan) sebabnya. Hukum-hukum yang tidak diterangkan sebabnya oleh Allah atau Rasul-Nya, tidak boleh kita gugurkan dengan sebab-sebab buatan kita sendiri, seperti daging babi, menurut dokter, padanya ada satu jenis cacing yang sangat membahayakan kesehatan manusia. Cacing ini tidak bisa mati melainkan dengan panas 70 derajat. Maka untuk mendapatkan panas 70 derajat ke dalam daging itu perlu dimasak dengan panas 90 derajat. Anggapan haramnya daging babi disebabkan oleh adanya cacing ini merupakan pemikiran (buatan) manusia yang tidak berdasarkan alasan agama. Oleh karena itu, walaupun kita masak sampai hanguspun, maka daging babi itu tidak bisa menjadi halal. Adapun tentang memelihara jenggot, Nabi SAW menjelaskan sebabnya, yaitu supaya berbeda dengan orang-orang musyrikin atau orang-orang Majusi.

Tentang Musbil Dan Isbal

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Musbil adalah Orang yang isbal yaitu orang yang menjulurkan pakaian atau kain izaarnya sampai di bawah mata kaki atau melebihi batas mata kaki. Isbal artinya menjulurkan pakaian melebihi mata kaki. Dalam hadits diriwayatkan : عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض اَنَّ رَسُوْلَ للهِ ص قَالَ: لَا يَنْظُرُ اللهُ اِلىَ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ. البخارى 7: 33 Dari Ibnu ‘Umar RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret pakaiannya karena sombong”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 33] عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لَا يَنْظُرُ اللهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ اِلَى مَنْ جَرَّ اِزَارَهُ بَطَرًا. البخارى 7: 34 Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari qiyamat Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret izaarnya karena sombong”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 34]

Hari Kemenangan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Diantara pilar-pilar dalam masjid ada hamba Allah bersandar, merenung, berDZIKIR dan tilawah ayat-ayat suci. Inilah pemandangan malam terakhir ramadhan tahun ini di beberapa Masjid-masjid. Setiap ada permulaan, pasti akan bertemu penutupan. Mereka yang meyakini Ramadhan sebagai bulan kemuliaan, sudah berlomba bersama ibadah yang terbaik, berharap bukan Ramadhan terakhir. Andaikan yang "terakhir" semoga semua ibadah di bulan ini diterima dengan sebaik-baiknya penerimaan disisiNYA, disempurnakan yang masih banyak kekurangan, tak ada yang sia-sia. Kemenangan Ramadhan adalah saat Allah memberi ampunan atas dosa-dosa kita. Ampunan dosa akan mengembalikan jiwa kepada kesucian dan kebersihan hati kita. Ini yang akan membuat energi positif, perilaku baik-jujur, pikiran kreatif dan jiwa yang merdeka.

Mudik - Mulih Sedilok

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjukNYA yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur". (QS Al Baqarah 185) Usai puasa kegiatan utama masyarakat kita adalah mudik. Budaya yang hanya terjadi di Indonesia. Mudik adalah kegiatan perantau / pekerja migran untuk pulang ke kampung halamannya. Ada yg mengartikan mudik, singkatan yang berasal dari bahasa jawa ngoko, yaitu "mulih Sedilok", yaitu pulang sebentar. Mudik, saat kita sibuk bersalam-salaman, saling mengunjungi, memaafkan dan berkumpul reunian dengan jaringan sosial, kawan-kawan yang menghadirkan sejarah masa lalu. Manusia tidak bisa hidup tanpa masyarakatnya. Kebersamaan antara beberapa individu dalam suatu wilayah terbentuk masyarakat. Bantuan pihak lain sangat dibutuhkan, apapun profesi kita. Solidaritas sosial menjadi tema mudik terpenting.

Terminal Akhir Ramadhan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Makna puasa tak pernah selesai kita kaji. Kedalaman syariah "puasa" yang juga ditetapkan Allah kepada para Nabi sebelum Nabi SAW, membuatnya menjadi metode / thoriqah yang luar biasa membentuk diri "manusia seutuhnya", ahsani taqwiim. Puasa lebih mendekatkan kita kepadanNYA. Meningkatkan naluri manusia untuk sadar akan bentuk kejadiannya dan lebih dekat dengan hidayahNYA. Kita menjadi paham betapa sia-sia kekayaan, materi, popularitas, pangkat, rasa kenyang dan semua nikmat dunia tanpa hidayahNYA, kebersyukuran. ٱلَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ ٢ وَٱلَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ ٣  yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya). dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk (QS Al A'la 2-3) إِنَّا هَدَيۡنَٰهُ ٱلسَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرٗا وَإِمَّا كَفُورًا   Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir (QS Al-Insan 3)

Malam Kemuliaan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Lailatul Qodar, adalah satu diantara keistimewaan bulan Ramadhan. Al-Qur'an menyebutnya sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam yang penuh berkah ditetapkan segala urusan besar dengan penuh kebijaksanaan. لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS Al Qodar 3) إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةٖ مُّبَٰرَكَةٍۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ٣ فِيهَا يُفۡرَقُ كُلُّ أَمۡرٍ حَكِيمٍ ٤  Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (QS Ad Dukhon 3-4) Inilah malam Nabi SAW, mengamalkan i'tikaf di masjid untuk merenung dan penyucian jiwa. Masjid adalah tempat suci, diharapkan segala kebaikan dimulai. Suasana masjid yang tenang, jauh dari keramaian akan bisa menenangkan pikiran dan menguatkan iman.

Peduli Sesama

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Hidup akan penuh kebahagiaan bila kita banyak memberi. Pemberian terbaik adalah saat kita tak mengharapkan balasan dari mereka yang kita beri. Seperti pemberian ibu kepada anak-anaknya, hanya memberi tak harap kembali. Saat memberi mengharapkan imbalan dari mereka yang kita tolong, tetaplah membahagiakan. Kebahagiaan bersyarat, karena dia akan bersiap mendapatkan kekecewaan bila tak mendapat balasan yang diinginkan. Kepedulian tidak hanya bisa hadir dengan informasi tentang penderitaan masyarakat yang menderita. Namun dibutuhkan interaksi, kedekatan dengan penderitaan. Ikut merasakan penderitaan akan muncul kepekaan sosial yang berujung dengan kepedulian, beramal meringankan / menolong yang menderita.

Teringat Dosa

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Malam ini terasa senyap. Ingin sendiri, merenung tentang kejadian diri dan hari akhir. Merenung tentang dosa. Berat terasa saat menyebutkannya, DOSA. Ajaran agama menghubungkan dosa dengan penyebab masuk neraka di akherat nanti. Dosa dihubungkan dengan banyak larangan. Inilah anggapan bahwa agama itu sempit, membatasi, menakutkan dan tidak menyenangkan. Al-Qur'an dan Hadits menyebut dosa (bhs Indonesia) dengan kata "khathaya / dzanbun / itsmun / sai-ah / kabair". Kalimat-kalimat yang sering disambut sinis karena berbicara akhirat dianggap perkara yang jauh dan mengekang kebebasan. Mengetahui dosa adalah anugerah, mampu menjauhinya adalah rahmah. Dosa ibarat ranjau, diberitahukan Allah dan RasulNYA agar tidak dilalui jalannya supaya hidup kita selamat sampai akhir hayat. Berbuat dosa tidak hanya berurusan dengan akhirat, tetapi di dunia kita akan mengalami keadaan yang pahit dan mengerikan.

Harta Yang Paling Berharga

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Pagi ini setelah tilawah Al Qur'an bersama, kita membacakan doa khatmil Qur'an. Aqila anak terkecil usia 8 tahun sudah tuntas tilawah 30 Juz. Mata ini tak bisa membendung luapan air mata keharuan. Apalagi kemudian si bungsu ini menyanyikan lagu "Harta Berharga" yang dipopulerkan Bunga Citra Lestari melalui tayangan sinetron jadul, keluarga cemara. ( kata Muh. Iqbal) "Harta yang paling berharga, adalah keluarga. Istana yang paling indah, adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna, adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga." Keluarga itu ibarat satu bangunan, harus punya pondasi kuat dan bahan bangunan yang kokoh dan jalinan perekat yang lengket. Pondasi kehidupan keluarga adalah ajaran agama. Dan bahan bangunan dan jalinan perekat berupa pemenuhan hak dan kewajiban diantara anggota keluarga; suami-ayah, istri-ibu beserta anak-anak.