Featured Post

Keluarga Bahagia dan Ikhlas Bahagia

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Betapa banyak orang yang kesepian di tengah hiruk pikuk keramaian bukan karena tak punya keluarga, sahabat atau handai taulan. Namun kurang baiknya hubungan dengan mereka, ada jarak, sekat hati yang memisahkan karena atas nama harga diri, ego, rasa malu ataupun individualisme yang dominan di kota-kota besar. Ada orang - orang shaleh yang namanya diabadikan dalam kitab suci. Allah memuliakan keluarga Imron dan keluarga Ibrahim, demikian pula 'ayah' Luqman bersama anak-anaknya dalam nasehat kebaikan yang terbaik.

Akhlak Mulia

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم 

Hidup itu dinamis, terus bergerak. Pergerakan kehidupan untuk menuju mencapai tujuan. Tujuan yang benar menjadikan pergerakan hidup kita bermuara amal kesholehan. Landasan amal yang diterima adalah keikhlasan.

Agama datang memperkenalkan kebenaran untuk mewujudkan kebaikan.

Yang benar belum tentu baik. Kebenaran terbatas menyatakan sesuatu itu salah atau tidak salah. Adapun kebaikan lebih dari benar, karena kebaikan berkaitan nilai-nilai moralitas, akhlaqul karimah (perilaku mulia). Akhlak yang mulia bisa diwujudkan dengan menghujamkan cinta, peduli dan bersikap santun pada sesama. Misi utama yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah mengajarkan agama dengan tujuan memperbaiki akhlak manusia.
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia menjadi lebih mulia" (HR Ahmad)

Bangsa kita punya sejarah tentang memori kolektif politik tawuran yang bisa melahirkan pertentangan ideologi dan sosial pada akhirnya timbul kedzaliman, lemah moral dan ketidakjelasan hukum yang bisa membedakan mana benar, mana salah ataupun orang baik dengan orang buruk. Disintegrasi bangsa menjadi ancaman nyata.

Kita butuh akhlak mulia dalam bentuk kompromi, perdamaian dan kebersamaan pada saat tingkat saling percaya antar masyarakat yang sangat rendah. Akhlak buruk dalam bentuk amarah, ujaran kedengkian, makian dan hinaan di masyarakat atas maupun bawah merebak menjadi pilihan pertama dalam menanggapi permasalahan.

Saudaraku,

Tuhan ada dalam dirimu, mengendalikan dan mengatur semua aspek hidupmu.
Apa yang bisa diandalkan tentang perilaku akhlak kita sebagai modal pertanggungjawaban dihadapanNYA?

Jabatan, rumah besar, mobil mewah, popularitas, perusahaan dan karier yang kau perjuangkan, adakah yang pantas dibawa saat kita masuk liang lahat dan bertemu denganNYA? Hanya hati nurani dan akal sehat yang bisa menjawabnya.

Allahu a'lamu bishowab

Masjid Agung Solo
22 Ramadhan 1440 H

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Tren Blog

Hadits Tentang Khitan

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Perintah Orang Tua Yang Tidak Boleh Ditaati

Fadlilah Dzikir Laa Ilaaha Illallaah

Shalat Sunnah Intidhar

Blog Populer

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Khitan