Featured Post

Keluarga Bahagia dan Ikhlas Bahagia

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Betapa banyak orang yang kesepian di tengah hiruk pikuk keramaian bukan karena tak punya keluarga, sahabat atau handai taulan. Namun kurang baiknya hubungan dengan mereka, ada jarak, sekat hati yang memisahkan karena atas nama harga diri, ego, rasa malu ataupun individualisme yang dominan di kota-kota besar. Ada orang - orang shaleh yang namanya diabadikan dalam kitab suci. Allah memuliakan keluarga Imron dan keluarga Ibrahim, demikian pula 'ayah' Luqman bersama anak-anaknya dalam nasehat kebaikan yang terbaik.

Thawaf Wada

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tawaf Wada


Tawaf wada adalah tawaf yang dilakukan sebelum meninggalkan kota mekah sebagai penghormatan dan memuliakan Baitullah. Seseorang yang melakukan ibadah haji dan umrah diperintahkan bagi mereka untuk melakukan tawaf wada. Tawaf wada ialah kewajiban bagi setiap jamaah haji dan umrah saat mereka hendak meninggalkan Kota Suci Makkah

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: اُمِرَ النَّاسُ اَنْ يَكُوْنَ آخِرُ عَهْدِهِمْ بِاْلبَيْتِ اِلاَّ اَنَّهُ خَفَّفَ عَنْ اْلحَائِضِ. البخارى 2: 195
Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata : “Diperintahkan pada manusia supaya akhir masa mereka adalah (thawaf) di Baitullah, hanya saja beliau memberi keringanan terhadap wanita yang sedang haid”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 195]

عَنْ قَتَادَةَ اَنَّ اَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رض حَدَّثَهُ اَنَّ النَّبِيَّ ص صَلَّى الظُّهْرَ وَ الْعَصْرَ وَ الْمَغْرِبَ وَ الْعِشَاءَ ثُمَّ رَقَدَ رَقْدَةً بِاْلمُحَصَّبِ ثُمَّ رَكِبَ اِلَى اْلبَيْتِ فَطَافَ بِهِ. البخارى 2: 195
Dari Qatadah, bahwasanya Anas bin Malik RA menceritakan kepadanya, bahwasanya Nabi SAW shalat Dhuhur, ‘Ashar, Maghrib dan ‘Isyak, kemudian tidur di Muhashshab, kemudian beliau menaiki kendaraannya ke Baitullah, lalu beliau thawaf di sana”. [HR. Bukhari jiz 2, hal. 195]

عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ صَفِيَّةَ بِنْتَ حُيَيّ زَوْجَ النَّبِيّ ص حَاضَتْ فَذَكَرْتُ ذلِكَ لِرَسُوْلِ اللهِ ص فَقَالَ: اَحَابِسَتُنَا هِيَ قَالُوْا اِنَّهَا قَدْ اَفَاضَتْ قَالَ: فَلاَ اِذًا. البخارى 2: 195
Dari ‘Aisyah RA bahwasanya Shafiyah binti Huyaiyin istri Nabi SAW haidl, maka aku menceritakan hal itu kepada Rasulullah SAW, maka beliau bersabda, “Apakah dia akan menahan kita (untuk pulang)?”. Para shahabat menjawab, “Sesungguhnya Shafiyah sudah melakukan thawaf ifadlah”. Beliau bersabda, “Jika demikian, maka tidak (menyebabkan kita tertahan untuk melanjutkan perjalanan)”. [HR. Bukhari jiz 2, hal. 195]

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Tren Blog

Hadits Tentang Khitan

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Perintah Orang Tua Yang Tidak Boleh Ditaati

Fadlilah Dzikir Laa Ilaaha Illallaah

Shalat Sunnah Intidhar

Blog Populer

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Khitan