Menjadi Sukses



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kehidupan seseorang dengan hasil terbesarnya pasti ada akhirnya. Kematian adalah pintu penutupnya. sebagaimana dalam surat Ali Imron ayat 185:

كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ ١٨٥ 
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Q.S. Ali Imron ayat 185)

Kata beruntung / faza disebutkan sebanyak 19 kali dalam Al-Qur'an. Keberuntungan adalah hasil paling besar dari kesuksesan hidup di dunia. Keberuntungan adalah prestasi puncak atas pekerjaan dan karier seseorang.
Tuhan mengingatkan bahwa setiap kesuksesan dunia yang tidak dihubungkan dengan keberuntungan kehidupan akherat hanyalah hiasan yang menipu. Kesenangan yang cacat dan memperdayakan. Khayalan yang tidak memberi makna dan arti apa-apa.

Sukses sejati dalam kehidupan adalah mereka yang berprestasi dan hal itu bersumber pada pengolahan jiwa, peningkatan karakter baik / akhlak mulia dengan penyucian dalam jiwa. 

قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ١٤ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ١٥ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ١٦ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰٓ ١٧ 
14 Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). 15 dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. 16 Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. 17 Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal (QS Al A'laa 14-17)

وَنَفۡسٖ وَمَا سَوَّىٰهَا ٧ فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَىٰهَا ٨ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا ٩ وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا ١٠ 
7 dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). 8 maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. 9 sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. 10 dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (QS AsSyams 7-10)

Saudaraku,

Lakukanlah kebaikan, peduli kepada mereka yang menderita. Keberhasilan amal dan ikhtiar bukanlah tujuan. Tujuan kebaikan adalah tidak terputusnya kita dari pandangan Allah. Hubungkan jalan duniamu dengan tujuan utama akhiratmu, surgaNYA. 

Ingat pesan Tuhan,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱرۡكَعُواْ وَٱسۡجُدُواْۤ وَٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمۡ وَٱفۡعَلُواْ ٱلۡخَيۡرَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, ruku´lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan (QS Al Hajj 77)
Allahu a'lamu bishowab
5 Ramadhan 1440H

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Tren Blog

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Aqiqah

Hadits Tentang Khitan

Syarat Menjadi Imam Dalam Shalat Berjama'ah