Mendidik Anak


Hidup adalah perjalanan. Ada orang yang hidupnya lurus-lurus saja, ada pula yang perjalanan hidupnya berliku-liku. Ada kehidupan bagaikan sungai yang manfaatnya luas. Hadir juga yang seperti kanal, laju hidupnya pelan tapi dalam. Bahkan banyak yang lalu lintas kehidupannya keruh, seperti dalam gorong-gorong.

Sungguh Allah-lah pemilik sekaligus pengatur lalu lintas perjalanan kehidupan manusia. Perjalanan dari Tuhan, menuju Tuhan. Inilah perjalanan pulang-pergi, Innaa liLlahi wa innaa ilaihi raaji'uun.

Saat menatap anak-anak kita, pernahkah terpikir tentang harapan yang tertuju untuk perjalanan kehidupan kita. Adakah keyakinan bahwa anak-anak kita akan memberikan kebahagiaan.
Banyak orang tua menangis sengsara, anak-anak mereka ternyata tak bisa memberikan penghormatan layak, apalagi membalas budi kebaikan orang tua. Sering orang tua tertipu saat berhadapan dengan anak-anak mereka. Anak yang diharapkan bisa membantu perjalanan menuju surga, kesalahan mendidik menjadikan mereka musuh orang tua, di dunia, di akherat bahkan dunia-akherat. (Lihat Qur'an S. AtTaghabun; 14-15). 

Alangkah sia-sia kebanggaan atas prestasi anak-anak kita dengan keberhasilan dunia yang diraih, namun hati mereka tak terpaut dengan Allah SWT. Sehingga tidak ada dalam kamus mereka mencintaiNYA dengan ilmu, iman dan amal sholeh.

Allah memang jadikan indah pandangan kecintaan pada istri, anak-anak, tanah yang luas dan kendaraan yang nyaman. Adalah fitrah, mencintai anak-anak, berharap mereka menjadi kendaraan kita untuk mencapai perjalanan kebaikan. Berhenti sejenak perlu dilakukan, meluruskan niat dan introspeksi tujuan perjalanan perlu dilakukan agar letih penat kita membersamai anak-anak tidaklah sia-sia.

Saudaraku,

Didiklah anak-anak kita dengan hati, cinta dan ketenangan jiwa. Jangan paksa mereka untuk memenuhi keinginan, ambisi dan kebanggaan kita. 

Tumbuhkan motivasi diri, tujuan hidup, daya tahan menghadapi kesulitan (adversity quotient), harga diri- 'izzah (self esteem) serta kendali emosi yang baik. 

Ajarkan kemampuan berempati- sifat peduli, karena akan menjadikan mereka mencintai dan dicintai sesama dan Tuhan.

"Jangan paksakan anakmu untuk menjadi seperti kamu, karena dia diciptakan bukan utntuk zaman kamu"(Ali bin Abi Thalib).

Allahu a'lamu bishowab

Qur'anic Home Education
10 Ramadhan 1440H

Tren Blog

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Aqiqah

Hadits Tentang Khitan

Syarat Menjadi Imam Dalam Shalat Berjama'ah