Featured Post

Hikmah Kejujuran

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Agama ini sangat menjaga kemuliaan, kehormatan, kesucian, kejujuran, kedamaian dan keadilan dalam arti yang sebenarnya. Pintu - pintu ditutup rapat bagi kepalsuan, kebohongan, kemaksiatan, kedzaliman dan kesewenang-wenangan. Manusia secara naluriah sangat mencintai kebaikan, kejujuran dan senang jika orang lain berlaku baik dan jujur kepada dirinya. Inilah sebab utama, Nabi SAW senantiasa disukai dan dicintai oleh masyarakatnya karena kebaikan dan kejujurannya yang tiada duanya.

Mencintai Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Agama adalah input, adapun nilai - nilai yang diajarkan oleh Allah dan RasulNYA merupakan masukan bagi jiwa manusia. Outputnya adalah amal kesalehan. Keberhasilan pengamalan ajaran agama akan terlihat dalam perilaku sosial, bukan pada simbol - simbol saja.

Kebaikan seorang tidak cukup dilihat dari kesalehan pribadinya saja, namun harus diwujudkan pada kesalehan sosialnya. Manusia akan diliputi kehinaan dimana saja berada kecuali bila mampu menghubungkan tali cinta kepada Allah dan tali cinta kepada sesama.

Ada cara mencintai Tuhanmu sesuai dengan kehendakNYA. Karena banyak diantara kita melakukan perjalanan menuju Allah, namun yang dilalui jalan yang tidak disukaiNYA. Mereka mencipta sendiri jalan yang akan dilewati. Mereka mengira memuja Allah, padahal yang mereka puja adalah diri sendiri.
Bukan ketenangan yang menjadi tujuan dari dzikir - dzikirmu. Tapi ketenangan itu muncul sebagai akibat kuatnya keyakinan dan cintamu kepada Tuhanmu.

Ketenangan dan kedamaian jiwa hakikatnya bersama kebenaran. Sungguh ketenangan itu saat kau hadapkan wajahmu kepada Allah untuk mencari ridhaNYA. 

Saudaraku,

Kukuhkan aqidah dan tauhid sekuat - kuatnya. Gigitlah dengan gerahammu sampai menjiwai setiap kata dan tindakanmu. Cintailah Allah dengan menjadi manusia yang paling banyak manfaatnya bagi manusia. Kembalilah dan berusaha kembali kepadaNYA atas setiap khilaf yang terjadi setiap hari. Manusia memang tempat salah dan lupa.

مَا أُبَالِي عَلَى أَيِّ حَالٍ أَصْبَحْتُ عَلَى مَا أُحِبُّ أَوْ عَلَى مَا أَكْرَهُ ، لأَنِّي لا أَدْرِي الْخَيْرُ فِيمَا أُحِبُّ أَوْ فِيمَا أَكْرَهُ
"Aku tidak peduli atas keadaan susah dan senangku, karena aku tidak tahu manakah diantara keduanya itu yang lebih baik bagiku."Umar bin Khaththab ra

Allahu a'lamu bishowab
8 Ramadhan 1440H

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Tren Blog

Hadits Tentang Khitan

Ayat - Ayat Al Quran Tentang Alam Barzah Atau Kubur

Zakat Fitrah

Popular posts from this blog

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Khitan