Mengingat Allah


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Melihat pergerakan alam semesta ini menjadi bagian tanda kebesaran ayat-ayat Illahi. Semua alam bergerak berputar, bulan berputar mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, matahari mengelilingi bima sakti dan seterusnya. Itulah "thawaf", seperti dalam haji. Mengelilingi Ka'bah untuk kembali menuju asal, hajar aswad. Hajar aswad adalah simbol permulaan dan akhir. Simbol naluri manusia untuk keinginan kembali ke asal.

Ka'bah adalah bayt Allah / rumah Tuhan. Bila pergi ke Makkah banyak jamaah terharu melihat Ka'bah inilah psikologi dari mereka yg menemukan asal, mengingat / berdzikir kepadanya. Bagaikan bayi yang tentram dalam pelukan sang Ibu, dengan berdzikir pun seolah-olah kita dalam dekapannya. 

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ 
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (QS Ar Ra'd 28)

Hakekat semua ibadah kita adalah untuk mengingat Allah, termasuk puasa dalam bulan Ramadhan. Mengingat Allah lebih merupakan sikap batin, keadaan yang menyadarkan bahwa Tuhan hadir dalam kehidupan kita

وَٱذۡكُر رَّبَّكَ فِي نَفۡسِكَ تَضَرُّعٗا وَخِيفَةٗ وَدُونَ ٱلۡجَهۡرِ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡغَٰفِلِينَ
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (QS. Al A'raf 205). 

Inilah sebabnya perkataan Nabi bisa membuat Abu Bakr hilang ketakutan saat bersembunyi di gua Tsur dalam ancaman pasukan Quraisy...., "La tahzan inna Allaha ma'ana / jangan takut karena Allah beserta kita" .

Kedekatan Tuhan dengan kita seharusnya tidak membuat kita lupa denganNYA. Lupa kepada Tuhan berarti kita dijadikan Tuhan lupa asal / tempat kembali. Menurut Ibnu Taymiyah, Allah masih bisa memaafkan orang yang khilaf / tak tahu jalan, tetapi tidak ada maaf bagi mereka yang dimurkaiNYA karena dia sendiri yang tidak mau kembali. 

Manusia yang tak ingat Allah dituliskan dalam posisi kegelapan, 'addlulumat'. Agama adalah cahaya (Nur), yang mengeluarkan orang dari kegelapan kepada terang. Bahagia adalah saat berada dalam keadaan terang dan penuh cahaya. Dan mereka yang berpaling dari Allah maka kehidupan mereka menjadi sempit dan akan dibangkitkan dalam keadaan buta.

وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا وَنَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" (QS Thaa Haa 124)
Saudaraku,

Hayatilah kehadiran Tuhan dalam diri kita, rasakanlah akan beberadaanNYA. DIA Allah lebih dekat kepada kita daripada urat leher kita sendiri.

وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ وَنَعۡلَمُ مَا تُوَسۡوِسُ بِهِۦ نَفۡسُهُۥۖ وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ ٱلۡوَرِيدِ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya (QS Qaff 16)
Allahu a'lamu bishowab
4 Ramadhan 1440 H

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Tren Blog

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Aqiqah

Hadits Tentang Khitan

Syarat Menjadi Imam Dalam Shalat Berjama'ah