Posts

Showing posts with the label Halal Haram Dalam Islam

Featured Post

Tahun Baru Islam: Lebih dari Sekadar Ucapan, Tapi Refleksi Diri

apa Sih Kita Merayakan Tahun Baru Islam? Jadi gini, Tahun Baru Islam itu menandai peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Hijrah ini bukan cuma sekadar pindah tempat tinggal, tapi juga simbol perubahan besar dalam perjuangan Islam. Dari yang tadinya tertekan di Mekkah, umat Islam bisa berkembang dan membangun kekuatan di Madinah. Nah, dari peristiwa Hijrah inilah kemudian kalender Hijriyah dimulai. Jadi, Tahun Baru Islam itu momen penting buat kita semua sebagai umat Muslim untuk mengingat kembali perjuangan Nabi dan para sahabat. Ucapan Tahun Baru Islam: Apa Aja Sih yang Biasanya Diucapkan? Banyak banget variasi ucapan Tahun Baru Islam yang bisa kita gunakan. Yang paling umum sih, biasanya kita mengucapkan: "Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah." "Semoga di tahun baru ini, kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi." "Tahun baru, semangat baru! Mari kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada ...

Akibat Mengharamkan Yang Halal

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Mengharamkan Yang Halal Akan Mengakibatkan Kesulitan Di antara hak Allah sebagai Tuhan yang menciptakan manusia dan memberi nikmat yang tiada terhitung banyaknya itu, ialah menentukan halal dan haram, dan Dia juga berhak menentukan perintah-perintah dan larangan-larangan menurut kehendak-Nya. Ini semua adalah hak Ketuhanan. Namun Allah juga berbelas-kasih kepada hamba-Nya. Oleh karena itu Allah menentukan halal dan haram demi kemaslahatan manusia itu sendiri. Allah tidak akan menghalalkan sesuatu kecuali yang baik, dan tidak akan mengharamkan sesuatu kecuali yang jelek.

Hadits Tentang Melakukan Azel

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Hadits Tentang Azl Azl adal ah coitus interruptus atau senggama terputus yaitu dengan cara m engeluarkan sperma di luar kelamin wanita saat melakukan hubungan seksual.  عَنْ جَابِرٍ رض قَالَ: كُنَّا نَعْزِلُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ ص وَ اْلقُرْآنُ يَنْزِلُ. احمد و البخارى و مسلم Dari Jabir RA, ia berkata, “Kami pernah melakukan ‘azl di masa Rasulullah SAW, sedang Al-Qur’an masih turun”. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim]

Larangan - Larangan Dalam Persetubuhan Suami Istri

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Larangan Menggauli Istri Pada Duburnya عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَلْعُوْنٌ مَنْ اَتَى اْلمَرْأَةَ فِى دُبُرِهَا. احمد و ابو داود Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Terlaknatlah orang yang menggauli wanita pada duburnya”. [HR. Ahmad dan Abu Dawud] عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ اَتَى حَائِضًا اَوِ امْرَأَةً فِى دُبُرِهَا اَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا اُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ ص. احمد و الترمذى Dan dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menggauli wanita yang sedang haid atau menggauli wanita pada duburnya atau (mendatangi) juru ramal lalu mempercayainya, maka benar-benar ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW”. [HR. Ahmad dan Tirmidzi]

Kewajiban Adil Terhadap Para Istri Dalam Bercampur

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Wajib Adil Dalam Mencampuri Para Istri عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص مَا مِنْ يَوْمٍ اِلاَّ وَ هُوَ يَطُوْفُ عَلَيْنَا جَمِيْعًا امْرَأَةً امْرَأَةً فَيَدْنُوْ وَ يَلْمَسُ مِنْ غَيْرِ مَسِيْسٍ حَتَّى يُفْضِيَ اِلَى الَّتِى هُوَ يَوْمُهَا فَيَبِيْتُ عِنْدَهَا. احمد و ابو داود بنحوه Dari 'Aisyah RA ia berkata, "Adalah Rasulullah SAW tidak pernah ada satu hari kecuali beliau mesti mengelilingi kami seluruhnya, seorang demi seorang, kemudian beliau mendekat dan memegang-megang tanpa bercampur sehingga masuklah beliau kepada (istri) yang hari itu menjadi gilirannya, lalu beliau bermalam di situ". [HR. Ahmad dan Abu Dawud juga meriwayatkan seperti itu] و فى لفظ كَانَ انْصَرَفَ مِنْ صَلاَةِ اْلعَصْرِ دَخَلَ عَلَى نِسَائِهِ فَيَدْنُوْ مِنْ اِحْدَاهُنَّ. احمد و البخارى و مسلم Dan dalam lafadh lain (dikatakan), "Adalah Nabi SAW apabila selesai shalat 'Ashar, beliau masuk ke rumah istri-i...

Kebolehan Beristri Lebih Dari Satu

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Laki-laki Boleh Mengawini 1 Sampai 4 Wanita Firman Allah SWT : وَ اِنْ خِفْتُمْ اَلاَّ تُقْسِطُوْا فِى اْليَتمى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَكُمْ مّنَ النّسآءِ مَثْنى وَ ثُلثَ وَ رُبعَ، فَاِنْ خِفْتُمْ اَلاَّ تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمنُكُمْ، ذلِكَ اَدْنى اَلاَّ تَعُوْلُوْا. النساء:3 Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. [ QS. An-Nisaa' : 3 ]

Hadits Tentang Rujuk

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Tentang Ruju’ Rujuk berarti bersatunya kembali suami istri sebelum masa iddahnya berakhir. وَ اْلمُطَلَّقتُ يَتَرَبَّصْنَ بِاَنْفُسِهِنَّ ثَلثَةَ قُرُوْءٍ، وَ لاَ يَحِلُّ لَهُنَّ اَنْ يَّكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللهُ فِيْ اَرْحَامِهِنَّ اِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلاخِرِ، وَ بُعُوْلَتُهُنَّ اَحَقُّ بِرَدّهِنَّ فِيْ ذلِكَ اِنْ اَرَادُوْا اِصْلاَحًا. البقرة:228 Wanita-wanita yang dithalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki ishlah. [ QS. Al-Baqarah : 228 ]

Hadits Tentang Iddah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Tentang Iddah Iddah merupakan arti dari waktu atau masa menunggu bagi seorang wanita yang telah bercerai untuk tidak melangsungkan pernikahan.  Tidak ada Iddah bagi wanita yang belum dikumpuli ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْآ اِذَا نَكَحْتُمُ اْلمُؤْمِنتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوْهُنَّ مِنْ قَبْلِ اَنْ تَمَسُّوْهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّوْنَهَا، فَمَتّعُوْهُنَّ وَ سَرّحُوْهُنَّ سَرَاحًا جَمِيْلاً. الاحزاب:49 Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi wanita-wanita yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya, maka sekali-kali tidak wajib atas mereka ‘iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. Maka berilah mereka mut’ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya. [QS. Al-Ahzab : 49]

Nafkah Dan Tempat Tinggal Bagi Wanita Yang Di Cerai

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Nafkah Tempat Tinggal Bagi Istri Yang di Talak Tiga عَنِ الشَّعْبِيّ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ عَنِ النَّبِيّ ص فِى اْلمُطَلَّقَةِ ثَلاَثًا، قَالَ: لَيْسَ لَهَا سُكْنَى وَ لاَ نَفَقَةَ. احمد و مسلم Dari Sya’biy dari Fathimah binti Qais dari Nabi SAW, tentang wanita yangt dithalaq tiga, beliau SAW bersabda, “Tidak ada (hak) baginya tempat tinggal dan tidak ada nafkah. [HR. Ahmad dan Muslim] و فى رواية عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ قَالَتْ: طَلَّقَنِى زَوْجِى ثَلاَثًا فَلَمْ يَجْعَلْ لِى رَسُوْلُ اللهِ ص سُكْنَى وَ لاَ نَفَقَةَ. الجامعة الا البخاري Dan dalam riwayat lain dari Fathimah binti Qais, ia berkata, “Aku dithalaq oleh suamiku thalaq tiga, kemudian Rasulullah SAW tidak memberi (hak) bagiku tempat tinggal dan tidak juga nafkah”. [HR. Jama’ah kecuali Bukhari]

Hadits Tentang Li’an

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Pengertian Li’an Lian menurut bahasa artinya saling melaknat. Adapun menurut syara’ adalah: Apabila suami menuduh istri berbuat zina atau tidak mengakui anak yang dilahirkan itu sebagai anaknya sedangkan dia tidak mempunyai empat orang saksi dalam tuduhannya itu, maka masing-masing (suami-istri) harus bersumpah sebagaimana yang Allah jelaskan dalam Firman Allah Swt, sebagai berikut :

Hadits Tentang Dhihar

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Tentang Dhihar Dhihar terambil dari kata dhahrun (punggung). Di jaman jahiliyah, apabila suami mengatakan kepada istrinya, “Kamu bagiku seperti punggung ibuku”, maka yang demikian itu sudah dianggap sama dengan menthalaq istrinya. Tentang hal ini Allah SWT menurunkan firman-Nya sebagai berikut : قَدْ سَمِعَ اللهُ قَوْلَ الَّتِيْ تُجَادِلُكَ فِيْ زَوْجِهَا وَ تَشْتَكِيْ اِلَى اللهِ وَ اللهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا، اِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ. المجادلة:1 Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat (1).

Hadits Tentang IIaa’

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Tentang IIaa’ Ilaa’ menurut bahasa ialah sumpah. Adapun menurut istilah syara’ ialah suami bersumpah untuk tidak mencampuri istrinya. Kalau seorang suami bersumpah demikian, ia diberi tempo selama empat bulan. Setelah usai empat bulan, ia supaya memilih apakah akan meneruskan pernikahannya dengan membayar kaffarat, atau menthalaq istrinya tersebut. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut : لِلَّذِيْنَ يُؤْلُوْنَ مِنْ نّسَآئِهِمْ تَرَبُّصُ اَرْبَعَةِ اَشْهُرٍ، فَاِنْ فَآءُوْ فَاِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ.(226) وَ اِنْ عَزَمُوا الطَّلاَقَ فَاِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ.(227) البقرة Kepada orang-orang yang meng-ilaa’ istrinya diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (226)  Dan jika mereka ber’azam (bertetap hati untuk) thalaq, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha...

Hadits Tentang Khulu'

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Tentang Khulu’ Khulu’ menurut bahasa ialah melepas. Adapun khulu’ menurut istilah syara’ ialah seorang istri meminta kepada suami supaya dirinya diceraikan dengan memberikan suatu tebusan (‘iwadl), misalnya mengembalikan mahar yang dulu diberikan oleh suaminya. .... فَاِنْ خِفْتُمْ اَلاَّ يُقِيْمَا حُدُوْدَ اللهِ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيْمَا افْتَدَتْ بِه. البقرة:229 .... jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. [ QS. Al-Baqarah : 229 ]

Pergaulan Dan Hak-Hak Suami Istri

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Pergaulan Dan Hak Suami Istri عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَ اِسْتَوْصُوْا بِالنّسَاءِ خَيْرًا، فَاِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ، وَ اِنَّ اَعْوَجَ شَيْءٍ فِى الضّلَعِ اَعْلاَهُ، فَاِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهُ، وَ اِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ اَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوْا بِالنّسَاءِ خَيْرًا. متفق عليه و اللفظ للبخارى و لمسلم: فَاِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اِسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَ بِهَا عِوَجٌ، وَ اِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا، وَ كَسْرُهَا طَلاَقُهَا. Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah menyakiti tetangganya. Dan nasehatilah wanita-wanita kalian dengan baik, karena mereka itu diciptakan dari tulang rusuk, sedangkan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika kalian meluruskannya niscaya kalian mematahkannya, dan jika kalian membiarkannya, i...

Hadits Tentang Talaq

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Tentang Thalaq اَلطَّلاَقُ مَرَّتنِ، فَاِمْسَاكٌ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ تَسْرِيْحٌ بِاِحْسَانٍ. البقرة:229 Thalaq (yang dapat dirujuki) itu dua kali, setelah itu boleh rujuk kembali dengan ma’ruf atau menthalaqnya dengan cara yang baik. [ QS. Al-Baqarah : 229 ] ياَيُّهَا النَّبِيُّ، اِذَا طَلَّقْتُمُ النّسآءَ فَطَلّقُوْهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ. الطلاق:1 Hai Nabi, apabila kamu menthalaq istri-istrimu, maka hendaklah kamu thalaq pada waktu mereka dapat (menghadapi) ‘iddahnya (yang wajar). [ QS. Ath-Thalaaq : 1 ] عَنْ عُمَرَ بْنِ اْلخَطَّابِ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص طَلَّقَ حَفْصَةَ، ثُمَّ رَاجَعَهَا. ابو داود و النسائى و ابن ماجه Dari Umar bin Khaththab RA, bahwa sesungguhnya Nabi SAW pernah menthalaq Hafshah, kemudian merujukinya. [HR. Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Majah].

Tentang Menyusui Orang Dewasa

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Pendapat Para Ulama Tentang Menyusui Orang Dewasa عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ اُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: قَالَتْ اُمُّ سَلَمَةَ لِعَائِشَةَ: اِنَّهُ يَدْخُلُ عَلَيْكِ اْلغُلاَمُ اْلاَيْفَعُ الَّذِى مَا اُحِبُّ اَنْ يَدْخُلَ عَلَيَّ؟ فَقَالَتْ عَائِشَةُ: اَمَا لَكِ فِى رَسُوْلِ اللهِ ص اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ؟ وَ قَالَتْ: اِنَّ امْرَأَةَ اَبِى حُذَيْفَةَ قَالَتْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّ سَالِمًا يَدْخُلُ عَلَيَّ وَ هُوَ رَجُلٌ وَ فِى نَفْسِ اَبِى حُذَيْفَةَ مِنْهُ شَيْءٌ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَرْضِعِيْهِ حَتَّى يَدْخُلَ عَلَيْكِ. احمد و مسلم Dari Zainab binti Ummu Salamah, ia berkata : Ummu Salamah berkata kepada A’isyah, “Sesungguhnya ada seorang yang sudah baligh keluar-masuk ke (rumah)mu yang aku sendiri tidak menyukai ia masuk (rumah)ku”. Lalu Aisyah menjawab, “Tidakkah pada diri Rasulullah SAW ada suri teladan yang baik bagimu?”. Dan ‘Aisyah berkata (lagi) : Sesungguhnya istri Abu Hudzaifah pernah berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya...

Tentang Susuan Yang Menjadi Mahram

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Yang Menjadikan Mahram Susuan عَنْ اُمِّ اْلفَضْلِ اَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ ص اَ تُحَرِّمُ اْلمَصَّةُ؟ فَقَالَ: لاَ تُحَرِّمُ الرَّضْعَةُ وَ الرَّضْعَتَانِ، وَ اْلمَصَّةُ وَ اْلمَصَّتَانِ. احمد و مسلم Dari Ummu Fadlil, bahwa sesungguhnya ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Apakah sekali hisapan itu dapat menjadikan mahram?”. Nabi SAW menjawab, “Tidak dapat menjadikan mahram sekali susuan dan dua kali susuan, sekali hisapan dan dua kali hisapan”. [HR. Ahmad dan Muslim] عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: لاَ تُحَرِّمُ اْلمَصَّةُ وَ لاَ اْلمَصَّتَانِ. الجماعة الا البخارى Dari ‘Aisyah RA, bahwa sesungguhnya Nabi SAW bersabda, “Sekali hisapan dan dua kali hisapan itu tidak menjadikan mahram”. [HR. Jama’ah kecuali Bukhari]

Hadits Tentang Walimah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Hadits Seputar Walimah Anjuran Mengadakan Walimah عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص رَأَى عَلَى عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ عَوْفٍ اَثَرَ صُفْرَةٍ فَقَالَ: مَا هذَا؟ قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِنّى تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً عَلَى وَزْنِ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ. قَالَ: فَبَارَكَ اللهُ لَكَ. اَوْلِمْ وَ لَوْ بِشَاةٍ. مسلم Dari Anas bin Malik, bahwasanya Nabi SAW melihat ada bekas kuning-kuning pada 'Abdur Rahman bin 'Auf. Maka beliau bertanya, "Apa ini?". Ia menjawab, "Ya Rasulullah, saya baru saja menikahi wanita dengan mahar seberat biji dari emas". Maka beliau bersabda, "Semoga Allah memberkahimu. Selenggarakan walimah meskipun (hanya) dengan (menyembelih) seekor kambing". [HR. Muslim] عَنْ اَنَسٍ قَالَ: مَا اَوْلَمَ النَّبِيُّ ص عَلَى شَيْءٍ مِنْ نِسَائِهِ مَا اَوْلَمَ عَلَى زَيْنَبَ، اَوْلَمَ بِشَاةٍ. احمد و البخارى و مسلم Dari Anas, ia berkata, "Nabi SAW tidak pernah menyelenggara...

Macam - Macam Nikah Yang Dilarang Agama

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Pernikahan Yang Dilarang Dalam Agama Islam Macam-macamnya antara lain : 1. Nikah Mut’ah Nikah mut’ah, adalah nikah untuk sementara waktu, misalnya : tiga hari, seminggu, sebulan, dsb, dengan imbalan tertentu. عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: كُنَّا نَغْزُوْ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص لَيْسَ مَعَنَا نِسَاءٌ، فَقُلْنَا: اَلاَ نَخْتَصِى؟ فَنَهَانَا عَنْ ذلِكَ، ثُمَّ رَخَّصَ لَنَا بَعْدُ اَنْ نَنْكِحَ اْلمَرْأَةَ بِالثَّوْبِ اِلَى اَجَلٍ. ثُمَّ قَرَأَ عَبْدُ اللهِ { ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تُحَرّمُوْا طَيّبَاتِ مَا اَحَلَّ اللهُ لَكُمْ. المائدة:87 }. احمد و البخارى و مسلم Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata : Kami pernah berperang bersama Rasulullah SAW dan tidak ada wanita yang berserta kami. Kemudian kami bertanya, “Tidakkah (sebaiknya) kami berkebiri saja?”. Maka Rasulullah SAW melarang kami dari yang demikian itu, kemudian beliau memberi keringanan kepada kami sesudah itu, yaitu dengan cara mengawini wanita sampai batas waktu...

Berburu Dalam Islam Bg 2

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Lanjutan dari post Berburu Dalam Islam Bg I Senjata Berburu C. Syarat-syarat yang berhubungan dengan alat untuk berburu. Alat yang dapat dipergunakan untuk berburu, ada 2 macam, yaitu : Senjata tajam yang dapat melukai dan menembus kulit binatang buruan, seperti : tombak, panah, dan lain sebagainya, senjata tersebut harus dapat menembus kulit, sehingga binatang buruan tersebut mati karena luka-luka yang ditimbulkannya dan bukan mati karena berat/kerasnya alat tersebut. Binatang-binatang yang sudah terlatih untuk berburu, seperti anjing, atau yang lainnya, dan binatang-binatang tersebut telah dididik dan dilatih untuk berburu, dan telah nampak kelebihan dan keistimewaannya dibanding dengan binatang sejenis yang lain karena hasil didikan itu, seperti bila diperintah menurut, bila dilarang mau berhenti dan bila dipanggil datang. Binatang-binatang tersebut menangkap buruan itu benar-benar untuk tuannya dan bukan untuk dirin...

Berburu Dalam Islam Bg 1

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Berburu Dalam Islam Senjata Berburu A. Syarat-syarat berburu : Dilakukan dengan niat untuk berburu, tidak hanya sekedar bermain-main. Dalam masalah "berburu", disyaratkan bahwa si pemburu adalah orang Islam atau Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani). Tidak dilakukan pada waktu sedang berihram (berpakaian ihram dalam pelaksanaan ibadah hajji), karena ketika itu diharamkan berburu. Membaca Bismillah ketika akan melakukannya. (Dalam hal ini ada ulama yang berfaham hukumnya hanya sunnah sebagaimana dalam hal menyembelih binatang). Ketentuan tersebut berdasarkan dali-dalil sebagai berikut : 1. Berburu untuk diambil manfaatnya, bukan untuk main-main عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيْدِ قَالَ: سَمِعْتُ الشَّرِيْدَ يَقُوْلُ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَنْ قَتَلَ عُصْفُوْرًا عَبَثًا اِلَى اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ: يَا رَبّ اِنَّ فُلاَنًا قَتَلَنِى عَبَثًا وَ لَمْ يَقْتُلْنِى مَنْفَعَةً. ابن حبان فى صحيح...

Tren Blog

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Ayat - Ayat Al Quran Tentang Alam Barzah Atau Kubur

Hadits Tentang Khitan

10 Golongan Yang Dilaknat Karena Khamr

Belajarlah Dari Mereka

Blog Populer

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Khitan