Posts

Showing posts from June, 2019

Tentang Musbil Dan Isbal

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Musbil adalah Orang yang isbal yaitu orang yang menjulurkan pakaian atau kain izaarnya sampai di bawah mata kaki atau melebihi batas mata kaki. Isbal artinya menjulurkan pakaian melebihi mata kaki.
Dalam hadits diriwayatkan :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض اَنَّ رَسُوْلَ للهِ ص قَالَ: لَا يَنْظُرُ اللهُ اِلىَ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ. البخارى 7: 33 Dari Ibnu ‘Umar RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret pakaiannya karena sombong”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 33]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لَا يَنْظُرُ اللهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ اِلَى مَنْ جَرَّ اِزَارَهُ بَطَرًا. البخارى 7: 34
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari qiyamat Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret izaarnya karena sombong”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 34]

Hari Kemenangan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Diantara pilar-pilar dalam masjid ada hamba Allah bersandar, merenung, berDZIKIR dan tilawah ayat-ayat suci. Inilah pemandangan malam terakhir ramadhan tahun ini di beberapa Masjid-masjid. Setiap ada permulaan, pasti akan bertemu penutupan.
Mereka yang meyakini Ramadhan sebagai bulan kemuliaan, sudah berlomba bersama ibadah yang terbaik, berharap bukan Ramadhan terakhir. Andaikan yang "terakhir" semoga semua ibadah di bulan ini diterima dengan sebaik-baiknya penerimaan disisiNYA, disempurnakan yang masih banyak kekurangan, tak ada yang sia-sia.
Kemenangan Ramadhan adalah saat Allah memberi ampunan atas dosa-dosa kita. Ampunan dosa akan mengembalikan jiwa kepada kesucian dan kebersihan hati kita. Ini yang akan membuat energi positif, perilaku baik-jujur, pikiran kreatif dan jiwa yang merdeka.

Mudik - Mulih Sedilok

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjukNYA yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur". (QS Al Baqarah 185)
Usai puasa kegiatan utama masyarakat kita adalah mudik. Budaya yang hanya terjadi di Indonesia. Mudik adalah kegiatan perantau / pekerja migran untuk pulang ke kampung halamannya.
Ada yg mengartikan mudik, singkatan yang berasal dari bahasa jawa ngoko, yaitu "mulih Sedilok", yaitu pulang sebentar.
Mudik, saat kita sibuk bersalam-salaman, saling mengunjungi, memaafkan dan berkumpul reunian dengan jaringan sosial, kawan-kawan yang menghadirkan sejarah masa lalu.
Manusia tidak bisa hidup tanpa masyarakatnya. Kebersamaan antara beberapa individu dalam suatu wilayah terbentuk masyarakat. Bantuan pihak lain sangat dibutuhkan, apapun profesi kita. Solidaritas sosial menjadi tema mudik terpenting.

Terminal Akhir Ramadhan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Makna puasa tak pernah selesai kita kaji. Kedalaman syariah "puasa" yang juga ditetapkan Allah kepada para Nabi sebelum Nabi SAW, membuatnya menjadi metode / thoriqah yang luar biasa membentuk diri "manusia seutuhnya", ahsani taqwiim.
Puasa lebih mendekatkan kita kepadanNYA. Meningkatkan naluri manusia untuk sadar akan bentuk kejadiannya dan lebih dekat dengan hidayahNYA. Kita menjadi paham betapa sia-sia kekayaan, materi, popularitas, pangkat, rasa kenyang dan semua nikmat dunia tanpa hidayahNYA, kebersyukuran.
ٱلَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ ٢ وَٱلَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ ٣  yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya). dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk (QS Al A'la 2-3)
إِنَّا هَدَيۡنَٰهُ ٱلسَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرٗا وَإِمَّا كَفُورًا   Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir (QS Al-Insan 3)

Malam Kemuliaan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Lailatul Qodar, adalah satu diantara keistimewaan bulan Ramadhan. Al-Qur'an menyebutnya sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam yang penuh berkah ditetapkan segala urusan besar dengan penuh kebijaksanaan.
لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS Al Qodar 3)
إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةٖ مُّبَٰرَكَةٍۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ٣ فِيهَا يُفۡرَقُ كُلُّ أَمۡرٍ حَكِيمٍ ٤  Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (QS Ad Dukhon 3-4)
Inilah malam Nabi SAW, mengamalkan i'tikaf di masjid untuk merenung dan penyucian jiwa. Masjid adalah tempat suci, diharapkan segala kebaikan dimulai. Suasana masjid yang tenang, jauh dari keramaian akan bisa menenangkan pikiran dan menguatkan iman.