Featured Post

Keluarga Bahagia dan Ikhlas Bahagia

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Betapa banyak orang yang kesepian di tengah hiruk pikuk keramaian bukan karena tak punya keluarga, sahabat atau handai taulan. Namun kurang baiknya hubungan dengan mereka, ada jarak, sekat hati yang memisahkan karena atas nama harga diri, ego, rasa malu ataupun individualisme yang dominan di kota-kota besar. Ada orang - orang shaleh yang namanya diabadikan dalam kitab suci. Allah memuliakan keluarga Imron dan keluarga Ibrahim, demikian pula 'ayah' Luqman bersama anak-anaknya dalam nasehat kebaikan yang terbaik.

Makna Ibadah Kurban

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Idul Adha lebih dikenal sebagai Hari Raya Kurban, merupakan satu momen paling penting dalam ajaran agama kita. Hari ini kita merayakan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan menghormati tradisi ibadah kurban. Ibadah kurban itu menggambarkan kesediaan dan pengabdian hamba kepada Allah Swt semata. Kurban juga mencerminkan kesadaran dan rasa syukur kita terhadap nikmat yang diberikan oleh-Nya.

Ibadah kurban memiliki dasar hukum yang kuat dalam kitab suci Al-Qur'an. Allah Swt telah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk mengurbankan putranya, Ismail AS, sebagai ujian kepatuhan dan pengabdian. Namun, sebagai pengganti yang diterima Allah Swt, Nabi Ibrahim AS diberi domba untuk dikurbankan, dibagi-bagikan kepada yang membutuhkan.

فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ ( الصّٰۤفّٰت/37: 101-102)
"Maka, Kami memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak (Ismail) yang sangat santun. Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” (As-Saffat/37:101-102)

Dijelaskan dalam kitab Tafsir Al-Misbah tentang pilihan kosakata 'اَرٰى' (saya melihat) , 'اَذْبَحُكَ' (saya menyembelihmu) dan 'تُؤْمَرُۖ' (diperintahkan) dalam gramatika bahasa Arab menggunakan bentuk fiil mudhari yang berarti menunjukkan masa kini dan akan datang. Benar, inilah ayat besar dari-NYA bahwa apa yang dialami Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Siti Hajar akan senantiasa terlihat 'relevan' untuk kehidupan kita saat ini.

Percayalah, kurban itu ibadah yang memiliki makna dan simbolisme mendalam. Mereka yang berkurban telah menunjukkan ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan diri kepada Allah Swt. Kurban mengingatkan kita akan nilai-nilai kesederhanaan, berbagi, dan kepedulian sosial.

Ibadah kurban mengajarkan kita untuk memahami rasa sakit dan penderitaan makhluk lain sehingga hadir empati yang mendorong kita berperilaku bijaksana terhadap lingkungan dan sesama. Kurban membentuk solidaritas sosial yang kuat terhadap sesama.

Saat kita melaksanakan kurban, tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. Hewan kurban yang disembelih tidak hanya 'simbol' pengorbanan kita kepada Allah SW, tetapi juga mengandung pesan kuat untuk memperhatikan kebutuhan orang lain.

Wallahu a'lamu bishawab

(Ust. M. Iqbal - uniba)

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Tren Blog

Hadits Tentang Khitan

Fadlilah Dzikir Laa Ilaaha Illallaah

Shalat Sunnah Intidhar

Hadits Tentang Walimah

Hadits Tentang Shalat Idul Fithri Dan Idul Adlha

Blog Populer

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Khitan