Kegelapan Dalam Hati

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kegelapan

Pastilah kita semua pernah menemui momentum gelap dalam kehidupan ini, namun demikian hadirnya gelap bukan berarti tak ada penawar terang. Gelap kehidupan itu bukan tak sanggup mata lahir melihat lingkungan sekeliling, namun gelapnya mata hati karena lemahnya iman menuntun akal dan hati yang didominasi hawa nafsu.

Kita memahami bahwa manusia adalah makhluk yang paling sempurna penciptaannya, disisi yang lain kita menyadari bahwa manusia merupakan makhluk yang paling lemah melawan hawa nafsu sendiri.

Hati itu sumber moral dan mental terpuji. Adapun akal menunjuki manusia pada kebenaran, maka hati memberi cara bijak mencapai kebenaran itu. Fungsi terbesar hati adalah penerang akal, saat akal berada dalam kebimbangan dan keraguan.

Hati membentuk kepribadian agar manusia tahu persis apa yang harus dilakukan terhadap apa yang dihasilkan oleh akalnya. Kehidupan modern terlalu memacu akal dan mengabaikan pembinaan hati, lebih mengutamakan pengajaran daripada pendidikan.

Bergantung kepada selain Allah SWT akan menjadikan hati gelap yang paling kelam dan tidak ada yang lebih berbahaya selain dari hal ini, tidak ada yang lebih menghambat kemaslahatan dan kebahagiaannya selain dari hal ini. Jika hati bergantung pada selain DIA maka Allah akan menyerahkannya kepada sesuatu yang dijadikannya tempat bergantung.

Padahal apa yang dijadikan sebagai tempat bergantung itu sesungguhnya lemah dihinakan Allah Swt dan dia tidak mendapatkan maksudnya karena dia beralih kepada selain Allah sehingga dia tidak mendapatkan apa yang ada di sisi Allah Swt dan tidak mendapatkan dari apa yang dijadikannya sebagai tempat bergantung seperti yang diharapkannya.

وَاتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اٰلِهَةً لِّيَكُوْنُوْا لَهُمْ عِزًّا ۙ كَلَّا ۗسَيَكْفُرُوْنَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُوْنُوْنَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا ࣖ
Dan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sama sekali tidak! Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka. (QS Maryam: 81-82)

Tidak ada kenikmatan, kebahagiaan, kesenangan dan kesempurnaan kecuali dengan mengenal Allah SWT dan mencintai-NYA, merasa tenteram saat menyebut-NYA, senang berdekatan dengan-NYA dan rindu bersua dengan-NYA. Inilah surga dunia bagi kita dan insya Allah kenikmatan hakiki akan kita dapatkan di Surga Akherat kelak.

Wallahu a'lamu bishawab.

(by Ust. M. Iqbal - Uniba)

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Tren Blog

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Khitan