Featured Post

Hikmah Kejujuran

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Agama ini sangat menjaga kemuliaan, kehormatan, kesucian, kejujuran, kedamaian dan keadilan dalam arti yang sebenarnya. Pintu - pintu ditutup rapat bagi kepalsuan, kebohongan, kemaksiatan, kedzaliman dan kesewenang-wenangan. Manusia secara naluriah sangat mencintai kebaikan, kejujuran dan senang jika orang lain berlaku baik dan jujur kepada dirinya. Inilah sebab utama, Nabi SAW senantiasa disukai dan dicintai oleh masyarakatnya karena kebaikan dan kejujurannya yang tiada duanya.

77 Tahun Indonesia Merdeka

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Rabu besok adalah hari istimewa bagi bangsa kita, bertepatan tanggal 17 Agustus 2022 sebagai hari ulang tahun kemerdekaan yang ke 77. Masyarakat Indonesia menyambut meriah di berbagai pelosok negeri ini. Kita semua sibuk merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. 

Tak terasa negeri ini 77 tahun telah terbebas dari penjajahan fisik negeri lain. Secara fisik kita merdeka, tak ada lagi perang angkat senjata. Pertanyaan terbesar kita, sudahkah rakyat negara ini meraih kemerdekaan yang sejati, benarkah kita telah "merdeka" secara hakiki? 

Negeri kita ini kaya akan hasil alam, tetapi tampaknya belum sepenuhnya merdeka dalam mengelola kekayaan negeri, dalam arti terbebas dari praktik eksploitatif yang tidak memberi keuntungan dan pemerataan bagi rakyatnya. Kemiskinan, kebodohan dan hidup jauh dari kata "sejahtera" menjadi hantu yang muncul dimana - mana. Banyak anak negeri yang tak bisa mengenyam pendidikan karena biaya pendidikan tinggi yang tak terjangkau, biaya kesehatan yang mahal dan biaya hidup yanh tak murah. 

Kondisi ekonomi kita pun tidak sedang baik - baik saja, hutang melilit negeri kita dan secara tidak langsung hutang itu salah satu bentuk penjajahan ekonomi. Kebijakan import yang seringkali yang belum berpihak kepada rakyat. Produk - produk lokal yang semestinya diutamakan sering kali harus dikalahkan oleh impor yang tidak wajar. 

Bertemunya dua keinginan (menjajah dan merdeka) akan melahirkan dua kekuatan yang saling berhadapan. Ketika dua kekuatan berhadapan maka peperangan tidak mungkin dielakkan. Setiap peperangan akan melahirkan pemenang dan pecundang. Penegak hukum benteng terakhir penjaga kehormatan negeri seringkali "masuk angin" dan menjadi pecundang menghadapi pihak yang lebih berkuasa dan bermodal besar. Pelik problematika yang di hadapi negeri ini.

Menjadi pemenang dan manusia merdeka itu mereka yang terbebas dari segala bentuk penghambaan terhadap makhluk menuju penghambaan totalitas hanya kepada Allah SWT. Merdeka 77 tahun bangsaku, hiduplah sejahtera rakyatnya dan menjadi pemenang dalam limpahan rahmat dan kasih sayang Allah SWT.

Wallahu a'lamu bishawab

(Ust. M. Iqbal - Uniba)

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Tren Blog

Hadits Tentang Khitan

Ayat - Ayat Al Quran Tentang Alam Barzah Atau Kubur

Zakat Fitrah

Popular posts from this blog

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Khitan