Keluh Kesah - Ojo Sambat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم


Keluh Kesah

Tidak ada hidup di dunia yang baik-baik saja, Semua kita meyakini bahwa kehidupan dunia adalah tempat ujian dan cobaan. Tugas kita bersikap bijak, mengambil pelajaran untuk mendapatkan hikmah dan jangan mengeluh kepada makhlukNYA! 

Keluh kesah kita tidak akan mengubah apapun. Memaki, mengumpat dan keluh kesah itu menjauhkan dari rasa syukur. Tidak ada yang bertambah dari keluh kesah melainkan rasa tertekan.

اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًاۙ اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًاۙ وَّاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًاۙ اِلَّا الْمُصَلِّيْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَاتِهِمْ دَاۤىِٕمُوْنَۖ
"Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir, Apabila ditimpa keburukan (kesusahan), ia berkeluh kesah. Apabila mendapat kebaikan (harta), ia amat kikir kecuali orang-orang yang mengerjakan salat, yang selalu setia mengerjakan salatnya" (QS Al-Ma'arij: 19-23).
Berkeluh kesah ternyata bagian dari diri kita, manusia. Sifat keluh kesah didominasi oleh keinginan mengikuti hawa nafsu. Energi negatif yang tercipta dari keluh kesah adalah menghalalkan segala cara, menggunting dalam lipatan, bahkan memilih jalan pintas dan berujung keputusasaan dari Rahmat Allah, sebagaimana dalam QS Yusuf ayat 87.

يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَخِيْهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْكٰفِرُوْنَ
"Wahai anak-anakku, pergi dan carilah berita tentang Yusuf beserta saudaranya. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir.” (QS Yusuf: 87).

Apabila hidup kita ini menemui kegalauan, kegagalan, janganlah sekali-kali berkeluh kesah kepada orang lain, tetapi mengadulah kepada Allah SWT dengan sabar dan sholat. Mengeluh kepada makhluk sama saja mengadukan keburukan yang Allah berikan untuk diri kita. Allah memberi keburukan tersebut bertujuan agar kita meminta jalan keluar pada-Nya.

وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗ ٓاِلَّا هُوَ ۚوَاِنْ يُّرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَاۤدَّ لِفَضْلِهٖۗ يُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ ۗوَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
"Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang". (QS Yunus: 107)

Wallahu a'lam bishawab.


(Ust. M. Iqbal - Uniba)

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Tren Blog

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Khitan

Hadits Tentang Aqiqah

Syarat Menjadi Imam Dalam Shalat Berjama'ah