Featured Post

Keluarga Bahagia dan Ikhlas Bahagia

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Betapa banyak orang yang kesepian di tengah hiruk pikuk keramaian bukan karena tak punya keluarga, sahabat atau handai taulan. Namun kurang baiknya hubungan dengan mereka, ada jarak, sekat hati yang memisahkan karena atas nama harga diri, ego, rasa malu ataupun individualisme yang dominan di kota-kota besar. Ada orang - orang shaleh yang namanya diabadikan dalam kitab suci. Allah memuliakan keluarga Imron dan keluarga Ibrahim, demikian pula 'ayah' Luqman bersama anak-anaknya dalam nasehat kebaikan yang terbaik.

Setan dan Hawa Nafsu

Kultum Ramadhan hari ke 25

Kultum Ramadhan setan dan hawa nafsu
Setan dan hawa nafsu
Kita semua bisa salah. Profesor bisa salah, ilmuwan bisa salah, ustadz bisa salah, santri bisa salah. Dosen juga sering salah, mahasiswa, demikian pula. Apalagi politikus dan penguasa, bisa banyak membuat salah. Bila tulisan dalam kultum ini salah karena saya manusia, namun jika benar hanya dari Allah SWT. 

Kenapa kesalahan bisa diperbuat manusia, jawaban yang sering disampaikan, nafsu kita dan setan. 

Saat kita menemukan kesadaran atas kesalahan, akan terucap kalimat... "Saya tidak tahu cara melawan nafsuku atau saya tidak tahu kenapa setan menjerumuskan diriku... "

Atas nama nafsu, manusia menjadi makhluk yang memiliki tabiat, potensi dan arah yang kompleks. Manusia punya potensi-potensi yang sama untuk berbuat baik atau buruk, mengikuti petunjuk atau kesesatan. 

Akal, fitrah dan nafsu kita mengerti bahwa dosa berakibat buruk terhadap manusia. Seandainya ada suatu dosa yang terus menerus dilakukan dilakukan, ini berasal dari hawa nafsu dan bukan oleh setan. Adapun setan, keinginannya hanya menjerumuskan manusia ke dalam suatu dosa.

Hadirnya setan menjadi ujian penggoda bagi manusia. Manusia mendamba kebaikan, kebenaran dan kebahagiaan. Bagaimana kita mengenal yang baik tanpa ada keburukan, yang benar tanpa ada kesalahan dan yang bahagia tanpa ada penderitaan. Setan itulah yang menampilkan keburukan, kesalahan dan penderitaan serta menjadikan manusia menjadi buruk, salah dan menderita. 

"Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan dari jenis manusia dan jenis jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia... (terj. QS AlAn'am: 112)

Ada anggapan manusia mengenal kebaikan sejak ia mengenal setan. Kebaikan adalah saat manusia ada pilihan yang baik dan buruk, kemudian ia mampu memilih yang baik ditengah rayuan setan dalam keburukan.

Tidak kurang sepuluh kali dalam AlQur'an, Allah mengingatkan bahwa setan adalah musuh manusia. Setan menyesatkan manusia, menciptakan kedengkian / permusuhan, memanjangkan angan-angan, menanamkan rasa duka cita, kepayahan, durhaka dan menghasut untuk berbuat maksiat.

Saudaraku, bulan ramadhan setan dibelenggu namun kita masih sering melihat manusia yang bermaksiat. Mereka itulah yang jiwanya sangat buruk. Terkadang menjadi setan dalam jenis manusia.

Inilah setan, wujudnya sering dipertanyakan, bahasannya dianggap omong kosong namun kehadirannya amat nyata dan sangat dirasakan. Kejahatan merajalela, kebobrokan moral terus meningkat kuantitas dan kualitasnya. Bila kita percaya kuasa Tuhan, mohonlah terus perlindungan atas segala kejahatan, keburukan dan kesalahan apa pun faktor penyebabnya.
A'uzu billah min asy-syaithaan ar-rajiim.
Saya berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Aamiin

Allahu a'lamu bishowab

25 Ramadhan 1439

Tren Blog

Hadits Tentang Khitan

Fadlilah Dzikir Laa Ilaaha Illallaah

Shalat Sunnah Intidhar

Hadits Tentang Walimah

Hadits Tentang Shalat Idul Fithri Dan Idul Adlha

Blog Populer

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Khitan