Teladan Umar Bin Khattab

Kultum Ramadhan hari ke 13

Kultum Ramadhan hari ke 13 teladan umar bin Khattab
Teladan Umar bin khattab
Sholat tarawih malam itu ada tugas untuk memberikan kajian dengan tema yang sudah ditentukan oleh pengurus takmir,  di Masjid Tjokrosoekarno. Teladan Umar bin Khattab adalah tema yang diminta.

Umar adalah teladan nyata atas pengaruh ajaran yang dibawa oleh Nabi. Beliau yang mendapat gelar pertama Amirul Mukminin. Kepemimpinan yang sangat kuat atas rakyatnya. 

Pemerintahan yang hanya dalam kurun 10 tahun mampu memukul mundur kekuasaan Romawi dan Persia (dua negara adidaya saat itu). Syiria, Irak, Iran, Turki, Mesir, Palestina bahkan Afrika Utara ditaklukannya. 

Pribadi Umar sangat kuat, dengan tubuh yang tinggi besar, disiplin tinggi, watak keras dan tak gentar menghadapi musuh ternyata terkenal memiliki hati yang sangat lembut. 

Michael H Hart, penulis buku "100 tokoh paling berpengaruh dalam sejarah " menghabiskan waktu 28 tahun untuk riset dan penulisan buku itu. Di buku itu ia meletakkan Nabi Muhammad sebagai tokoh no 1 dan Umar bin Khattab tokoh no 50, hasil didikan Nabi yang mampu memperluas kekuasaan dan kepemimpinan terhebat dalam sejarah Islam. 

Michael H Hart, guru besar astronomi, ahli fisika, hukum itu beroleh kritik dan protes yang terus berlanjut sampai sekarang.

Tolak ukur keberhasilan kepemimpinan menurut Jules Masserman, menurut psykoanalis dan profesor di Universitas Chicago AS harus memenuhi 3 fungsi:
1. Mensejahterakan yang dipimpin.
2. Menyediakan organisasi sosial sehingga orang-orang merasa aman. 
3. Menyediakan kepercayaan bagi pengikutnya. 

Analisa Masserman, "Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal.  Gandhi-Konfusius pada hal lain. Alexander, Caesar dan Hitler adalah pemimpin kategori dua dan tiga (religi-militer). Jesus Buddha hanya kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad yang sukses di semua kategori. Dalam skala yang lebih kecil Musa lakukan yang sama. (majalah TIME,  15 Juli 1974)

Pada seminar yang diadakan di London, ditengah hujan protes kritik bahkan teriakan-teriakan  peserta, Michael H Hart seorang Kristiani menjelaskan argumentasinya, ia berkata:
"Nabi Muhammad itu hidup di tahun 611 Masehi disebuah kota kecil ditengah gurun pasir yang tandus. kala ia mulai menyatakan "aku adalah Rasulullah".
Hanya 4 orang saja yang mengimaninya. temannya, istrinya dan 2 orang remaja. Sekarang setelah 1400 tahun jumlah kaum muslimin milyaran dan masih terus bertambah bagaimana mungkin dia pembohong sebab tidak ada kebohongan yang mampu bertahan dalam kurun waktu begitu lama (1400 thn).  Satu hal lagi, saat ini kaum muslimin itu siap mengorbankan nyawa bila ada perkataan yang menista nabi mereka itu, apakah ada umat nabi lain yang siap melakukan itu saat ini ?

Allahu a'lamu bishowab. 

13 Ramadhan 1439