Featured Post

Keluarga Bahagia dan Ikhlas Bahagia

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Betapa banyak orang yang kesepian di tengah hiruk pikuk keramaian bukan karena tak punya keluarga, sahabat atau handai taulan. Namun kurang baiknya hubungan dengan mereka, ada jarak, sekat hati yang memisahkan karena atas nama harga diri, ego, rasa malu ataupun individualisme yang dominan di kota-kota besar. Ada orang - orang shaleh yang namanya diabadikan dalam kitab suci. Allah memuliakan keluarga Imron dan keluarga Ibrahim, demikian pula 'ayah' Luqman bersama anak-anaknya dalam nasehat kebaikan yang terbaik.

Doa Ketika Memakai Dan Melepas Pakaian

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Doa Ketika Memakai Pakaian Baru

عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ اْلخُدْرِيّ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا اسْتَجَدَّ ثَوْبًا سَمَّاهُ بِاسْمِهِ اِمَّا قَمِيْصًا اَوْ عِمَامَةً ثُمَّ يَقُوْلُ: اللّهُمَّ لَكَ اْلحَمْدُ اَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَ خَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّهِ وَ شَرّ مَا صُنِعَ لَهُ.ابو داود 4: 41
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, ia berkata :Adalah Rasulullah SAW apabila memakai pakaian baru beliau menyebut dengan namanya, baik itu baju gamis atau serban, lalu beliau berdoa Alloohumma lakal-hamdu anta kasautaniihi as-aluka min khoirihi wa khoiri maa shuni’a lahu, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa shuni’a lahu (Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau telah memberi pakaian padaku, aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan dengan memakainya, dan aku berlindung kepadamu dari kejahatannya dan kejahatan dengan memakainya)”. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 41]

عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا اسْتَجَدَّ ثَوْبًا سَمَّاهُ بِاسْمِهِ عِمَامَةً اَوْ قَمِيْصًا اَوْ رِدَاءً ثُمَّ يَقُوْلُ: اللّهُمَّ لَكَ اْلحَمْدُ اَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ اَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَ خَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّهِ وَ شَرّ مَا صُنِعَ لَهُ. الترمذى 3: 150
Dari Abu Sa’id, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW apabila memakai pakaian baru beliau menyebutnya dengan namanya, baik itu serban, atau gamis atau selendang, lalu beliau berdoa Alloohumma lakal-hamdu anta kasautaniihi as-aluka khoirohu wa khoiro maa shuni’a lahu, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa shuni’a lahu (Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau telah memberi pakaian padaku, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan dengan memakainya, dan aku berlindung kepadamu dari kejahatannya dan kejahatan dengan memakainya)”. [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 150]

Doa Memakai Pakaian

عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ رض اَنَّ النَّبِيّ ص كَانَ اِذَا لَبِسَ ثَوْبًا سَمَّاهُ بِاِسْمِهِ قَمِيْصًا اَوْ رِدَاءً اَوْ عِمَامَةً يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اِنّى اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَ خَيْرِ مَا هُوَ لَهُ وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّهِ وَ شَرّ مَا هُوَ لَهُ. ابن السنى :10 حديث حسن
Dari Abu Sa’id RA bahwasanya Nabi SAW apabila memakai pakaian beliau menyebut dengan namanya, baik itu gamis, selendang ataupun serban, lalu beliau membaca Alloohumma innii as-aluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahu, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa huwa lahu (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu dari kebaikannya dan kebaikan dengan memakainya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan dengan memakainya). [HR. Ibnus-Sunni hal. 10, hadits hasan]

عَنْ سَهْلِ ابْنِ مُعَاذِ بْنِ اَنَسٍ عَنْ اَبِيْهِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: ... وَ مَنْ لَبِسَ ثَوْبًا فَقَالَ َاْلحَمْدُ ِللهِ الَّذِى كَسَانِى هذَا الثَّوْبَ وَ رَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنّى وَ لاَ قُوَّةٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَ مَا تَأَخَّرَ. ابو داود 4: 42
Dari Sahl bin Mu’adz bin Anas dari bapaknya, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “.... Dan barangsiapa memakai pakaian, lalu berdoa Al-hamdu lillaahil-ladzii kasaanii haadzats-tsauba wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii, wa laa quwwatin (Segala puji bagi Allah Yang telah memberi pakaian kepadaku dengan pakaian ini dan telah memberi rezqi semua ini tanpa daya dan kekuatan dariku), niscaya diampuni baginya dari dosa yang terdahulu dan yang kemudian. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 42]

Doa Melepas Pakaian

عَنْ اَنَسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلِ اللهِ ص: سَتَرَ بَيْنَ اَعْيُنِ اْلجِنّ وَ عَوْرَاتِ بَنِى آدَمَ اَنْ يَقُوْلَ الرَّجُلُ اْلمُسْلِمُ اِذَا اَرَادَ اَنْ يَطْرَحَ ثِيَابَهُ: بِسْمِ اللهِ الَّذِى لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ. ابن السنى:100 ضعيف جدا لان فى اسناده عبد الرحيم بن زيد و اباه
Dari Anas bin Maalik RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sebagai penutup antara pandangan jin dan aurat anak Adam adalah seorang muslim apabila melepas pakaiannya membaca “Bismilaahil-ladzii laa ilaaha illaa huwa (Dengan nama Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia)”. [HR. Ibnu Sunni hal. 100, amat lemah karena di dalam isnadnya ada ‘Abdurrahim bin Zaid dan bapaknya]


سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Tren Blog

Hadits Tentang Khitan

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Perintah Orang Tua Yang Tidak Boleh Ditaati

Fadlilah Dzikir Laa Ilaaha Illallaah

Shalat Sunnah Intidhar

Blog Populer

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Khitan