Featured Post

Tata Tertib Sholat Jumat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Waktu Shalat Jumat عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ يُصَلّى اْلجُمُعَةَ حِيْنَ تَمِيْلُ الشَّمْسُ. البخارى 1: 217 Dari Anas bin Malik RA, bahwasanya Nabi SAW shalat Jum’at ketika matahari sudah tergelincir. [HR. Bukhari juz 1, hal. 217] عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ كُنَّا نُصَلّى مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص ثُمَّ نَرْجِعُ فَنُرِيْحُ نَوَاضِحَنَا قَالَ حَسَنٌ فَقُلْتُ لِجَعْفَرٍ فِي أَيّ سَاعَةٍ تِلْكَ؟ قَالَ زَوَالَ الشَّمْسِ. مسلم 2: 588 Dari Jabir bin ‘Abdullah, ia berkata : Dahulu kami shalat bersama Rasulullah SAW, kemudian kami pulang, lalu mengistirahatkan unta-unta kami”. Hasan berkata, Aku bertanya kepada Ja’far, “Sa’at apa ketika itu?”. Ja’far menjawab, “Sa’at matahari tergelincir”. [HR. Muslim juz 2, hal. 588] عَنْ اِيَاسِ بْنِ سَلَمَةَ بْنِ اْلاَكْوَعِ عَنْ اَبِيْهِ قَالَ كُنَّا نُجَمّعُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص اِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ ثُمَّ نَرْجِعُ نَتَتَبَّعُ الْفَيْءَ. مسلم 2: 589 Dari Iyas bin Salamah bin Akw

Anjuran Membuat Makanan Untuk Keluarga Si Mayit

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
Seputar Risalah Janaiz

Membuat Makanan Untuk Keluarga Si Mayit

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ: لَمَّا جَاءَ نَعْيُ جَعْفَرٍ قَالَ النَّبِيُّ ص: اِصْنَعُوْا ِلاَهْلِ جَعْفَرٍ طَعَامًا، فَاِنَّهُ قَدْ جَاءَهُمْ مَا يَشْغَلُهُمْ. الترمذى 2: 234، و قال: هذا حديث حسن
Dari ‘Abdullah bin Ja’far, ia berkata : Setelah datang berita kematian Ja’far (ketika ia terbunuh), Nabi SAW bersabda, “Buatlah makanan untuk keluarga Ja’far, karena telah datang kepada mereka sesuatu yang menyusahkan mereka”. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 234, dan ia berkata : Ini adalah hadits hasan]

Keterangan :
Yang dimaksud “Hendaklah kamu membuat makanan untuk keluarga Ja’far”, itu menunjukkan diperintahkannya memberi bantuan kepada keluarga si mayyit berupa sesuatu yang mereka butuhkan, misalnya makanan, minuman dsb. Karena mereka sedang ditimpa kesusahan.

عَنْ جَرِيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ اْلبَجَلِيّ قَالَ: كُنَّا نَعُدُّ اْلاِجْتِمَاعَ اِلىَ اَهْلِ اْلمَيّتِ، وَ صَنِيْعَةَ الطَّعَامِ بَعْدَ دَفْنِهِ مِنَ النّيَاحَةِ. احمد 2: 650، رقم 6922
Dari Jarir bin ‘Abdullah Al-Bajaliy, ia berkata, “Kami menganggap berkumpul-kumpul di (rumah) keluarga si mayyit dan membuat makanan sesudah menguburkannya, adalah termasuk meratap”. [HR. Ahmad juz 2, hal. 650, no. 6922, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Nashr bin Baab]

عَنْ اَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ عَقْرَ فِى اْلاِسْلاَمِ، قَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ: كَانُوْا يَعْقِرُوْنَ عِنْدَ اْلقَبْرِ بَقَرَةً اَوْ شَاةً. ابو داود 3: 216
Dari Anas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada penyembelihan (di quburan) dalam Islam”. ‘Abdur Razzaaq (perawi) berkata, “Dahulu (pada masa jahiliyyah) orang-orang biasa menyembelih lembu atau kambing di quburan”. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 216]


سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Tren Blog

Hadits Tentang Khitan

Hadits-hadits Tentang Taubat

Hadits Tentang Walimah

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Shalat Sunnah Intidhar

Blog Populer

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Khitan