Posts

Teringat Dosa

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Malam ini terasa senyap. Ingin sendiri, merenung tentang kejadian diri dan hari akhir. Merenung tentang dosa. Berat terasa saat menyebutkannya, DOSA. Ajaran agama menghubungkan dosa dengan penyebab masuk neraka di akherat nanti. Dosa dihubungkan dengan banyak larangan. Inilah anggapan bahwa agama itu sempit, membatasi, menakutkan dan tidak menyenangkan. Al-Qur'an dan Hadits menyebut dosa (bhs Indonesia) dengan kata "khathaya / dzanbun / itsmun / sai-ah / kabair". Kalimat-kalimat yang sering disambut sinis karena berbicara akhirat dianggap perkara yang jauh dan mengekang kebebasan. Mengetahui dosa adalah anugerah, mampu menjauhinya adalah rahmah. Dosa ibarat ranjau, diberitahukan Allah dan RasulNYA agar tidak dilalui jalannya supaya hidup kita selamat sampai akhir hayat. Berbuat dosa tidak hanya berurusan dengan akhirat, tetapi di dunia kita akan mengalami keadaan yang pahit dan mengerikan.

Harta Yang Paling Berharga

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Pagi ini setelah tilawah Al Qur'an bersama, kita membacakan doa khatmil Qur'an. Aqila anak terkecil usia 8 tahun sudah tuntas tilawah 30 Juz. Mata ini tak bisa membendung luapan air mata keharuan. Apalagi kemudian si bungsu ini menyanyikan lagu "Harta Berharga" yang dipopulerkan Bunga Citra Lestari melalui tayangan sinetron jadul, keluarga cemara. ( kata Muh. Iqbal) "Harta yang paling berharga, adalah keluarga. Istana yang paling indah, adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna, adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga." Keluarga itu ibarat satu bangunan, harus punya pondasi kuat dan bahan bangunan yang kokoh dan jalinan perekat yang lengket. Pondasi kehidupan keluarga adalah ajaran agama. Dan bahan bangunan dan jalinan perekat berupa pemenuhan hak dan kewajiban diantara anggota keluarga; suami-ayah, istri-ibu beserta anak-anak.

Anak Sholeh

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم  Cerita Pak Muh. Iqbal, Malam ini saya menemani anak-anak i'tikaf di masjid. Menjelaskan tentang doa yang didengar Tuhan atau ijabah. Saat bertanya tentang apa keinginan yang ingin dikabulkan oleh Allah. "Saya ingin jadi super Hero, agar bisa membunuh Dajjal, "Seru Taqwa, kakak si bungsu yang baru berusia 11 tahun. Kita dan anak-anak seperti putaran nasib yang dipergilirkan. Saat mereka lahir, mereka benar-benar butuh kita. Sentuhan, dekapan keikhlasan sangat mereka butuhkan namun kita sering abaikan. Semakin bertambah umur, posisi kita bisa melemah. Mereka lebih mendengar kawan-kawannya bila kita tidak menabung kedekatan dengan mereka. Kita butuh lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang generasi penerus ini.

Akhlak Mulia

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم  Hidup itu dinamis, terus bergerak. Pergerakan kehidupan untuk menuju mencapai tujuan. Tujuan yang benar menjadikan pergerakan hidup kita bermuara amal kesholehan. Landasan amal yang diterima adalah keikhlasan. Agama datang memperkenalkan kebenaran untuk mewujudkan kebaikan. Yang benar belum tentu baik. Kebenaran terbatas menyatakan sesuatu itu salah atau tidak salah. Adapun kebaikan lebih dari benar, karena kebaikan berkaitan nilai-nilai moralitas, akhlaqul karimah (perilaku mulia). Akhlak yang mulia bisa diwujudkan dengan menghujamkan cinta, peduli dan bersikap santun pada sesama. Misi utama yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah mengajarkan agama dengan tujuan memperbaiki akhlak manusia.

Cinta Kepada Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Kata yang terdengar puitis dan sentimentil, cinta. Kita sulit menjelaskan secara ilmiah makna cinta. Karena cinta adalah rasa di dalamnya melekat pertanggungjawaban. Cinta tidak pernah lepas dari sejarah keberadaan manusia. Tak dapat diciptakan dan tak bisa dimusnahkan. Ia menembus ruang, waktu dan menghancurkan semua halangan. Sungguh cinta itu sangat sederhana, tak perlu diperdebatkan dan tak butuh kategori ilmiah. Membunuh cinta berarti memasuki area rasa benci. Terkadang perasaan cinta dan benci hadir bersamaan. Peristiwa kekerasan, penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi di negeri kita belakangan ini sulit dirasakan apakah timbul karena benci ataukah dari rasa cinta.

Membaca Bagian Dari Keilmuan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Kata pertama, dari wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah "Iqra" . Berbentuk fiil amr, kata kerja perintah yang artinya bacalah. Perintah membaca yang ditujukan tidak hanya pribadi Nabi tapi untuk semua manusia sepanjang sejarah hidupnya. Membaca adalah kunci pembuka jalan kebahagiaan kehidupan dunia dan akherat. Membaca mengantar derajat manusia berkedudukan tinggi. "Robbuka al Akram" Tuhan akan anugerahkan puncak kemuliaan bagi hambaNYA yang membaca. Aktifitas membaca akan membuka cakrawala keilmuan yang bermuara dari tauhid kepada kebenaran, meningkatkan iman dan pengakuan atas kebesaranNYA. Membaca adalah pembuka pintu gerbang ilmu, mencari kepahaman.

Kekuasaan Pemerintah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Negara demokrasi adalah negara yang berasaskan persamaan hak untuk menyuarakan kata hati. Siapa saja boleh bersuara, semua pendapat dihormati tapi jangan keras-keras dan belum tentu didengar. Melalui Piagam Madinah, Nabi Muhammad SAW pernah menancapkan roh demokrasi dengan merangkul dan memberikan hak suara kepada semua suku, kabilah dan semua agama: Islam, Nasrani, Yahudi dan Majusi. Semua warga masyarakat mendapatkan jaminan sama dalam berkehidupan selama mematuhi Piagam Madinah. Di Indonesia ada demokrasi yang ditegakkan berwujud demokrasi Pancasila. Setiap warga negara mendapatkan kewajiban dan hak yang sama menyatakan pendapat. Ada saluran aspirasi dalam badan Dewan Perwakilan Rakyat. Wakil Rakyat ini juga pejabat, sebagaimana pemerintah (lembaga eksekutif). Para pejabat bekerja berdasar hukum dan perundang-undangan. Atas nama hukum bisa berdiri di atas segalanya, bahkan di atas Tuhan Yang Maha Esa.

Ingat Mati

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un... Telah berpulang ke Rahmat Allah ulama kita Ustadz Arifin Ilham. In syaa Allah beliau husnul khotimah. Demikian berita WA yang saya terima pagi ini. Setiap membaca berita kematian, jiwa ini selalu membayangkan nama yang meninggal itu nama saya. Apakah jiwa anda juga merasakan apa yang saya rasakan? Kita tidak bisa mengendalikan laju jiwa ini. Allah-lah yang memegang jiwa orang ketika kematiannya, waktu tidurnya. Dia pula yang menahan jiwa orang yang telah ditetapkan kematiannya dan DIA melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. ٱللَّهُ يَتَوَفَّى ٱلۡأَنفُسَ حِينَ مَوۡتِهَا وَٱلَّتِي لَمۡ تَمُتۡ فِي مَنَامِهَاۖ فَيُمۡسِكُ ٱلَّتِي قَضَىٰ عَلَيۡهَا ٱلۡمَوۡتَ وَيُرۡسِلُ ٱلۡأُخۡرَىٰٓ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمًّىۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ   Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia

Jagalah Persatuan Antar Umat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Pagi ini 22 Mei 2019 di Jakarta mencekam. Ada pembunuhan, kekerasan, pembakaran dan tindakan anarkis. Inilah saat norma-norma agama dipinggirkan. Akankah sejarah hitam kembali terulang di Negara yang mayoritas penduduknya pengikut Nabi Muhammad SAW. Nabi yang hadir di kancah pertikaian antar kabilah, antar suku. Negeri dimana perbudakan antar manusia menjadi komoditi paling dicari, budi pekerti merosot di level kebinatangan. Hukum berpihak pada yang kuat, berkuasa. Siapapun yang berkuasa, ada kekuatan bisa dan berhak menghitamputihkan kaumnya. Nabi menyatukan bangsa Arab dengan panji Tauhid. Persatuan dalam peradaban kemuliaan, tanpa sekat-sekat warna kulit, kesukuan, bangsa dalam persaudaraan penuh ikhlas dan kasih sayang.

Sahabat Sejati

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Kata "khairan katsiraa" (kebaikan yg sangat banyak) dalam AlQur'an hanya berulang dua kali. Salah satunya terdapat dalam Surah An Nisa' ayat 19, berkenaan sikap sabar yang harus hadir terhadap pasangan kita saat muncul rasa ketidaksukaan kepada pasangan karena boleh jadi Allah menjadikan dibalik ketidaksukaan itu kebaikan yang banyak. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَحِلُّ لَكُمۡ أَن تَرِثُواْ ٱلنِّسَآءَ كَرۡهٗاۖ وَلَا تَعۡضُلُوهُنَّ لِتَذۡهَبُواْ بِبَعۡضِ مَآ ءَاتَيۡتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأۡتِينَ بِفَٰحِشَةٖ مُّبَيِّنَةٖۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَيَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرٗا كَثِيرٗا   19. Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan peke