Posts

Kegagalan - Ujian Atau Cobaan Hidup

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Usaha manusia mengejar cita dan keinginannya belum tentu menjamin keberhasilan. Banyak yang telah memulai perjalanan, namun banyak pula yang pulang dengan tangan hampa. Tak sedikit yang jatuh tersungkur, babak belur tapi ia mampu bangkit, tegak dan berjalan kembali. Ada pula yang setelah terjatuh sekali, ia tak berani melangkahkan kaki. Pengalaman jatuh menjadikan hidup penuh kekhawatiran dan kegelisahan. Pupus harapannya, mereka mati sebelum mati. Kegagalan itu adalah masalah kecil, namun putus harapan itulah masalah yang sangat besar. Kata "kegagalan" dalam kalimat judul sebenarnya tidak tepat. Bagi orang bijak akan lebih senang menggunakan pilihan kata "ujian atau cobaan hidup". Untuk bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi manusia tak akan pernah raih tanpa menjalani ujian atau pembelajaran melalui cobaan hidup.

Dakwah Yang Mencerahkan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Agama yang dibawa para Rasul adalah pencerah alam, penyelamat umat. Agama hadir untuk menyingkap kegelapan yang menutup jiwa, membuka jalan dan membangun keyakinan akan kebenaran, kebaikan hakiki. Nabi Muhammad selama 23 tahun mampu mengubah wajah peradaban dunia dengan dakwah. Dakwah yang cerah dan mencerahkan. Memahamkan yang belum paham, menyederhanakan ilmu yang rumit menjadi mudah diterima dan diamalkan.  Saat ini, kegiatan dakwah sangat semarak di tengah-tengah umat. Kemajuan teknologi memudahkan kita mengakses ilmu dari para ulama. Rasul adalah cahaya, ulama adalah pemantul cahaya. Pertanyaannya mengapa banyak dan maraknya pengajian, makin mengerikan pula kemerosotan moral anak bangsa. Ataukah kita yang tidak memahami makna dakwah.

Menerima Kebenaran

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Merasa paling benar, bisa menjadi penyakit berbahaya yang menyerang jasmani dan ruhani. Mata akan buta, telinga menjadi tuli dan hati menjadi tertutup. Tidak akan mau menerima kebenaran di luar dirinya. Cermin yang dibelah, dibanting pecah berkeping-keping bila buruk rupa / wajahnya. Merasa paling benar, menjadikan orang jauh dari sikap tasamuh / toleran, rendah hati dan saling hormat / menghargai. Untuk mempertahankan pendapatnya, mereka akan menghakimi pihak-pihak yang berbeda dengan kehinaan dan kerendahan. Kita semua adalah saudara. Tugas sesama saudara adalah mengingatkan saudaranya yang lain saat belum tahu jalan. Mengingatkan dengan nasehat yang baik, beritahu jalan kebenaran.

Ketaqwaan Kepada Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Agama diturunkan Allah kepada kita, supaya jelas hidup kita dari kegelapan dan cahaya terang. Manusia diberikan kebebasan untuk berpikir, berbuat dan berbicara. Namun manusia tidak sanggup lepas dari kuasa Tuhan. Termasuk kuasa Allah adalah membuat perjanjian dgn manusia. Perjanjian saat ruh ditiupkan dalam janin manusia. Berjanji mengakui sepenuh jiwa akan konsep Rububiyah, Allahlah yg paling berkuasa atas kehidupan kita dan memberikan kuasaNYA utk kita dengan keharusan mendekat kepadaNYA. "Qoluu balaa syahidnaa", itulah jawaban awal kita tentang perjanjian dengan Tuhan.  Maknanya adalah sebagai manusia kita tidak akan komplain, mencari alasan, gampang menyerah / putus asa dan menyesal hadir di dunia dengan segala aneka pernik kehidupan di dalamnya.

Mendidik Anak

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Hidup adalah perjalanan. Ada orang yang hidupnya lurus-lurus saja, ada pula yang perjalanan hidupnya berliku-liku. Ada kehidupan bagaikan sungai yang manfaatnya luas. Hadir juga yang seperti kanal, laju hidupnya pelan tapi dalam. Bahkan banyak yang lalu lintas kehidupannya keruh, seperti dalam gorong-gorong. Sungguh Allah-lah pemilik sekaligus pengatur lalu lintas perjalanan kehidupan manusia. Perjalanan dari Tuhan, menuju Tuhan. Inilah perjalanan pulang-pergi, Innaa liLlahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Saat menatap anak-anak kita, pernahkah terpikir tentang harapan yang tertuju untuk perjalanan kehidupan kita. Adakah keyakinan bahwa anak-anak kita akan memberikan kebahagiaan.

Taubat Kepada Allah Swt

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Manusia adalah makhluk mulia, diciptakan dengan sangat sempurna. Manusia mampu membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang mulia dan hina serta mana yang halal dan haram. Manusia mendapat karunia terbaik berupa akal, kejiwaan dan berkomunikasi supaya tidak sesat jalan hidupnya. Manusia diberikan kebebasan berkehendak 'iradat' atau karsa. Manusia bukanlah budak hawa nafsu, tetapi pandu yang bisa mengatur hawa nafsu meraih kemuliaan. Pilihan hidup manusia bersumber dari jiwanya. Bila bersih jiwanya maka kemuliaanlah yang hadir, namun bila kotor jiwanya maka kebusukanlah yang nampak.

Mencintai Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Agama adalah input, adapun nilai - nilai yang diajarkan oleh Allah dan RasulNYA merupakan masukan bagi jiwa manusia. Outputnya adalah amal kesalehan. Keberhasilan pengamalan ajaran agama akan terlihat dalam perilaku sosial, bukan pada simbol - simbol saja. Kebaikan seorang tidak cukup dilihat dari kesalehan pribadinya saja, namun harus diwujudkan pada kesalehan sosialnya. Manusia akan diliputi kehinaan dimana saja berada kecuali bila mampu menghubungkan tali cinta kepada Allah dan tali cinta kepada sesama. Ada cara mencintai Tuhanmu sesuai dengan kehendakNYA. Karena banyak diantara kita melakukan perjalanan menuju Allah, namun yang dilalui jalan yang tidak disukaiNYA. Mereka mencipta sendiri jalan yang akan dilewati. Mereka mengira memuja Allah, padahal yang mereka puja adalah diri sendiri.

Berkomunikasi Dengan Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Alhamdulillah satu pekan tamu kemuliaan ramadhan kita temui. Diantara strategi terpenting dalam bulan ini adalah bermunajat dan berdoa. Bagi orang-orang yang beriman berdoa akan meningkatkan komunikasi langsung denganNYA. Komunikasi dengan Allah adalah komunikasi kebenaran. Untuk mempertajam komunikasi kita dengan Tuhan bergantung komunikasi kita dengan orang lain dan diri sendiri. Niat ibadah yang kita laksanakan adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk pamer kepada orang lain. Mereka yang suka pamer atas amal kebaikan akan menimbulkan sifat angkuh, sombong dan kemunafikan.

Menjadi Sukses

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kehidupan seseorang dengan hasil terbesarnya pasti ada akhirnya. Kematian adalah pintu penutupnya. sebagaimana dalam surat Ali Imron ayat 185: كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ ١٨٥  Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Q.S. Ali Imron ayat 185) Kata beruntung / faza disebutkan sebanyak 19 kali dalam Al-Qur'an. Keberuntungan adalah hasil paling besar dari kesuksesan hidup di dunia. Keberuntungan adalah prestasi puncak atas pekerjaan dan karier seseo

Mengingat Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Melihat pergerakan alam semesta ini menjadi bagian tanda kebesaran ayat-ayat Illahi. Semua alam bergerak berputar, bulan berputar mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, matahari mengelilingi bima sakti dan seterusnya. Itulah "thawaf", seperti dalam haji. Mengelilingi Ka'bah untuk kembali menuju asal, hajar aswad. Hajar aswad adalah simbol permulaan dan akhir. Simbol naluri manusia untuk keinginan kembali ke asal. Ka'bah adalah bayt Allah / rumah Tuhan. Bila pergi ke Makkah banyak jamaah terharu melihat Ka'bah inilah psikologi dari mereka yg menemukan asal, mengingat / berdzikir kepadanya. Bagaikan bayi yang tentram dalam pelukan sang Ibu, dengan berdzikir pun seolah-olah kita dalam dekapannya.