Posts

Mabit Di Muzdalifah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Mabit Di Muzdalifah Mabit artinya bermalam atau menginap. عَنْ اُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص حَيْثُ اَفَاضَ مِنْ عَرَفَةَ مَالَ اِلَى الشّعْبِ فَقَضَى حَاجَتَهُ فَتَوَضَّأَ فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ اَتُصَلّى، فَقَالَ: الصَّلاَةُ اَمَامَكَ. البخارى 2: 176 Dari Usamah bin Zaid RA, bahwasanya Nabi SAW ketika bertolak dari ‘Arafah beliau mampir ke syi’ib, lalu beliau buang hajat, kemudian berwudlu. Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah engkau akan shalat?”. Beliau menjawab, “Shalat nanti di depanmu”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 176, no. 1595]

Bertolak Dari Arafah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Bertolak Dari ‘Arafah Tsumma afiidluu min haitsu afaadlonnaas yang artinya Kemudian bertolaklah kalian dari tempat bertolaknya orang-orang banyak. ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ، اِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ. البقرة: 199 Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al-Baqarah : 199]

Waktu Wukuf Dan Pidato Rasulullah Saw

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Waktu Wukuf Dimulai Ketika Tergelincir Matahari عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللهِ اَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ جَاءَ اِلىَ اْلحَجَّاجِ بْنِ يُوْسُفَ يَوْمَ عَرَفَةَ حِيْنَ زَالَتِ الشَّمْسُ وَ اَنَا مَعَهُ. فَقَالَ: اَلرَّوَاحَ اِنْ كُنْتَ تُرِيْدُ السُّنَّةَ. فَقَالَ: هذِهِ السَّاعَةَ. قَالَ: نَعَمْ. قَالَ سَالِمٌ: فَقُلْتُ لِلْحَجَّاجِ: اِنْ كُنْتَ تُرِيْدُ اَنْ تُصِيْبَ اْليَوْمَ السُّنَّةَ فَاقْصِرِ اْلخُطْبَةَ وَ عَجّلِ الصَّلاَةَ. فَقَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ: صَدَقَ. النسائى 5: 254 Dari Salim bin ‘Abdullah bahwasanya ‘Abdullah bin ‘Umar datang kepada Hajjaj bin Yuusuf pada hari ‘Arafah ketika matahari telah tergelincir, dan aku ikut bersamanya. Ibnu ‘Umar berkata, “Berangkatlah di siang hari ini jika kamu ingin mengikuti sunnah Nabi”. Hajjaj bertanya, “Pada saat sekarang ini?”. ‘Abdullah bin ‘Umar berkata, “Ya”. Salim berkata, “Lalu aku berkata kepada Hajjaj, “Jika kamu menghendaki sesuai dengan sunnah Nabi pada har

Allah Maha Hidup, Part 2

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Allah Maha Hidup, Menghidupkan dan Mematikan اللهُ لآَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ. آل عمران: 2 Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhluq-Nya. [QS. Ali ‘Imraan : 2] وَ هُوَ الَّذِيْ اَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ، اِنَّ اْلاِنْسَانَ لَكَفُوْرٌ. الحج: 66 Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari ni’mat. [QS. Al-Hajj : 66]

Allah Maha Pemberi rezeki, Part 2

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Bagian kedua Firman Allah Maha Pemberi rezeki وَ فِي اْلاَرْضِ ايتٌ لّلْمُوْقِنِيْنَ(20) وَ فِيْ اَنْفُسِكُمْ، اَفَلاَ تُبْصِرُوْنَ(21) وَ فِي السَّمآءَِ رِزْقُكُمْ وَ مَا تُوْعَدُوْنَ(22) الذاريات: 20-22 Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, (20) dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? (21) Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rizqimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. [QS. Adz-Dzaariyaat : 20-22]

Zakat Maal Atau Harta

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ Zakat kekayaan yang harus dikeluarkan dalam jangka satu tahun sekali yang sudah memenuhi nishab. Mencakup hasil ternak, emas dan perak, pertanian (makanan pokok), harta perniagaan, pertambangan, hasil kerja (profesi), harta temuan. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri. Zakat adalah kadar harta yang dikeluarkan untuk orang-orang yang berhak menerimanya bila mencapai nisab tertentu dengan syarat-syarat tertentu. Menurut Istilah Syara, Zakat adalah mengeluarkan sebagian harta benda sebagai sedekah wajib sesuai perintah Allah وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ ٤٣ [سورة البقرة,٤٣]  Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku´lah beserta orang-orang yang ruku´ [Al Baqarah:43] خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهّرُهُمْ وَ تُزَكّيْهِمْ بِهَا. التوبة “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka yang dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan merek

Allah Maha Pemberi Rezeki, Part 1

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Firman Allah Maha Pemberi Rezeki وَ مَا خَلَقْتُ اْلجِنَّ وَ اْلاِنْسَ اِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ(56) مَآ اُرِيْدُ مِنْهُمْ مّنْ رّزْقٍ وَّ مَآ اُرِيْدُ اَنْ يُّطْعِمُوْنِ(57) اِنَّ اللهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُوْ الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ(58) الذاريات: 56-58 Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (56) Aku tidak menghendaki rizqi sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. (57) Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizqi Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (58) [QS. Adz-Dzaariyaat : 56-58]

Hadits - Hadits Tentang Nishfu Sya'ban

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Bagaimana amalan - amalan yang kita amalkan setiap kali datangnya bulan syakban, apakah kita tahu dalilnya ataukah kita hanya ikut - ikutan dalam beramal beribadah. mungkin banyak diantara kaum muslmin yang mengamalkan amalan-amalan tertentu pada malam nishfu Sya'ban, sehingga hanya tahu katanya kalau mengamalkan di bulan syakban sesudah shalat Maghrib, lalu berdo'a dengan do'a-do'a tertentu, maka akan dipanjangkan umurnya, banyak rezekinya, ditetapkan iman, serta mati dalam husnul khotimah. Ada pula melakukan shalat-shalat tertentu pada malam nishfu Sya'ban.  Oleh karena diantara hadits-hadits amalan nishfu syakban, apakah hadits atau dalil-dalil amalan pada malam nishfu Sya'ban tersebut haditsnya shaih, dla'if ataukah palsu, agar kita terhindar dari amalan-amalan yang tidak dilandasi dengan dalil-dalil yang kuat maka kita perlu pelajari dan pahami hadits berikut ini.

Tahallul Umroh Setelah Sa'i

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Tahallul Umrah Setelah Sa’i Bagi Berhaji Tamathu’ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: لَمَّا قَدِمَ النَّبِيّ ص مَكَّةَ اَمَرَ اَصْحَابَهُ اَنْ يَطُوْفُوْا بِاْلبَيْتِ وَ بِالصَّفَا وَ اْلمَرْوَةِ ثُمَّ يَحِلُّوْا وَ يَحْلِقُوْا اَوْ يُقَصّرُوْا. البخارى 2: 189 Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata : Setelah Nabi SAW tiba di Makkah, beliau menyuruh para shahabat supaya thawaf di Baitullah, dan sa’i antara Shafa dan Marwah, kemudian bertahallul, mencukur atau memotong rambut. [HR. Bukhari juz 2, hal. 189]

Mekanisme Tidak Ingat Atau Lupa

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Mekanisme Lupa Otak Otak merupakan sesuatu yang sangat berharga, bayangkan jika anda tidak memiliki otak maka anda tidak dapat hidup seperti sekarang ini. Bagian itu yang memproses kegiatan kita serta memproses apa yang kita pelajari, dengan tugasnya yang demikian sudah tentu otak memiliki sebuah mekanisme yang rumit. Sebuah studi terbaru menjelaskan bahwa otak kita tidak hanya mengandung mekanisme belajar tetapi juga terdapat mekanisme melupakan dan menghapus hal yang menurutnya "tidak perlu" untuk dipelajari. Kedua proses yakni proses mengingat dan proses lupa, merukan dua hal yang saling bertolakbelangkang, namun prinsip terjadinya merupakan mekanisme yang terjadi pada tempat yang sama, yang terletak pada hubungan "interaksi antara dua neuron atau sel saraf", yang dalam istilah neurosains disebut "synapsis"