Posts

Showing posts from May, 2019

Dakwah Yang Mencerahkan

Agama yg dibawa para Rasul adlh pencerah alam, penyelamat umat. Agama hadir utk menyingkap kegelapan yg menutup jiwa, membuka jalan dan membangun keyakinan akan kebenaran, kebaikan hakiki.
Nabi Muhammad selama 23 tahun mampu mengubah wajah peradaban dunia dg dakwah. Dakwah yg cerah dan mencerahkan. Memahamkan yg belum paham, menyederhanakan ilmu yg rumit menjadi mudah diterima dan diamalkan. 
Saat ini, kegiatan dakwah sangat semarak di tengah2 umat. Kemajuan teknologi memudahkan kita mengakses ilmu dari para ulama. Rasul adalah cahaya, ulama adalah pemantul cahaya. Pertanyaannya mengapa banyak dan maraknya pengajian, makin mengerikan pula kemerosotan moral anak bangsa. Ataukah kita yg tdk memahami makna dakwah.

Menerima Kebenaran

Merasa paling benar, bisa menjadi penyakit berbahaya yg menyerang jasmani dan ruhani. Mata akan buta, telinga menjadi tuli dan hati menjadi tertutup. Tidak akan mau menerima kebenaran di luar dirinya. Cermin yg dibelah, dibanting pecah berkeping2 bila buruk rupa/ wajahnya.
Merasa paling benar, menjadikan orang jauh dari sikap tasamuh/ toleran, rendah hati dan saling hormat/menghargai. Untuk mempertahankan pendapatnya, mereka akan menghakimi pihak2 yg berbeda dg kehinaan dan kerendahan.

Ketaqwaan Kepada Allah

Agama diturunkan Allah kepada kita, supaya jelas hidup kita dari kegelapan dan cahaya terang. Manusia diberikan kebebasan untuk berpikir, berbuat dan berbicara. Namun manusia tidak sanggup lepas dari kuasa Tuhan.
Termasuk kuasa Allah adalah membuat perjanjian dgn manusia. Perjanjian saat ruh ditiupkan dalam janin manusia. Berjanji mengakui sepenuh jiwa akan konsep Rububiyah, Allahlah yg paling berkuasa atas kehidupan kita dan memberikan kuasaNYA utk kita dengan keharusan mendekat kepadaNYA. "Qoluu balaa syahidnaa", itulah jawaban awal kita tentang perjanjian dengan Tuhan. Maknanya adalah sebagai manusia kita tidak akan komplain, mencari alasan, gampang menyerah/ putus asa dan menyesal hadir di dunia dengan segala aneka pernik kehidupan di dalamnya. (Lihat QS. AlA'raaf; 172)

Mendidik Anak

Hidup adalah perjalanan. Ada orang yang hidupnya lurus-lurus saja, ada pula yang perjalanan hidupnya berliku-liku. Ada kehidupan bagaikan sungai yang manfaatnya luas. Hadir juga yang seperti kanal, laju hidupnya pelan tapi dalam. Bahkan banyak yang lalu lintas kehidupannya keruh, seperti dalam gorong-gorong.
Sungguh Allah-lah pemilik sekaligus pengatur lalu lintas perjalanan kehidupan manusia. Perjalanan dari Tuhan, menuju Tuhan. Inilah perjalanan pulang-pergi, Innaa liLlahi wa innaa ilaihi raaji'uun.
Saat menatap anak-anak kita, pernahkah terpikir tentang harapan yang tertuju untuk perjalanan kehidupan kita. Adakah keyakinan bahwa anak-anak kita akan memberikan kebahagiaan.

Taubat Kepada Allah Swt

Manusia adalah makhluk mulia, diciptakan dengan sangat sempurna. Manusia mampu membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang mulia dan hina serta mana yang halal dan haram. Manusia mendapat karunia terbaik berupa akal, kejiwaan dan berkomunikasi supaya tidak sesat jalan hidupnya.
Manusia diberikan kebebasan berkehendak 'iradat' atau karsa. Manusia bukanlah budak hawa nafsu, tetapi pandu yang bisa mengatur hawa nafsu meraih kemuliaan. Pilihan hidup manusia bersumber dari jiwanya. Bila bersih jiwanya maka kemuliaanlah yang hadir, namun bila kotor jiwanya maka kebusukanlah yang nampak.

Mencintai Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Agama adalah input, adapun nilai - nilai yang diajarkan oleh Allah dan RasulNYA merupakan masukan bagi jiwa manusia. Outputnya adalah amal kesalehan. Keberhasilan pengamalan ajaran agama akan terlihat dalam perilaku sosial, bukan pada simbol - simbol saja.
Kebaikan seorang tidak cukup dilihat dari kesalehan pribadinya saja, namun harus diwujudkan pada kesalehan sosialnya. Manusia akan diliputi kehinaan dimana saja berada kecuali bila mampu menghubungkan tali cinta kepada Allah dan tali cinta kepada sesama.
Ada cara mencintai Tuhanmu sesuai dengan kehendakNYA. Karena banyak diantara kita melakukan perjalanan menuju Allah, namun yang dilalui jalan yang tidak disukaiNYA. Mereka mencipta sendiri jalan yang akan dilewati. Mereka mengira memuja Allah, padahal yang mereka puja adalah diri sendiri.

Berkomunikasi Dengan Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Alhamdulillah satu pekan tamu kemuliaan ramadhan kita temui. Diantara strategi terpenting dalam bulan ini adalah bermunajat dan berdoa. Bagi orang-orang yang beriman berdoa akan meningkatkan komunikasi langsung denganNYA.
Komunikasi dengan Allah adalah komunikasi kebenaran. Untuk mempertajam komunikasi kita dengan Tuhan bergantung komunikasi kita dengan orang lain dan diri sendiri. Niat ibadah yang kita laksanakan adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk pamer kepada orang lain.
Mereka yang suka pamer atas amal kebaikan akan menimbulkan sifat angkuh, sombong dan kemunafikan.

Menjadi Sukses

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kehidupan seseorang dengan hasil terbesarnya pasti ada akhirnya. Kematian adalah pintu penutupnya. sebagaimana dalam surat Ali Imron ayat 185:
كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ ١٨٥  Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Q.S. Ali Imron ayat 185)
Kata beruntung / faza disebutkan sebanyak 19 kali dalam Al-Qur'an. Keberuntungan adalah hasil paling besar dari kesuksesan hidup di dunia. Keberuntungan adalah prestasi puncak atas pekerjaan dan karier seseorang.

Mengingat Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Melihat pergerakan alam semesta ini menjadi bagian tanda kebesaran ayat-ayat Illahi. Semua alam bergerak berputar, bulan berputar mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, matahari mengelilingi bima sakti dan seterusnya. Itulah "thawaf", seperti dalam haji. Mengelilingi Ka'bah untuk kembali menuju asal, hajar aswad. Hajar aswad adalah simbol permulaan dan akhir. Simbol naluri manusia untuk keinginan kembali ke asal.

Ka'bah adalah bayt Allah / rumah Tuhan. Bila pergi ke Makkah banyak jamaah terharu melihat Ka'bah inilah psikologi dari mereka yg menemukan asal, mengingat / berdzikir kepadanya. Bagaikan bayi yang tentram dalam pelukan sang Ibu, dengan berdzikir pun seolah-olah kita dalam dekapannya.

Ikhlas Berbagi Atau Bersedekah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Banyak dari kita, menghitung angka mulai dari satu (1). Kita lupa bahwa ada satu angka yang menjadi cikal bakal dari angka-angka setelahnya, yaitu angka nol / zero (0). Matematikawan akan repot bila kehilangan angka nol. Begitupun kehidupan, nol tidak berarti kosong dan tak mengerti. Nol adalah kerendahan hati, keikhlasan dan energi besar yang bisa melahirkan karya dan manfaat besar untuk banyak orang.

Banyak yang tidak percaya kekuatan ikhlas. Ikhlas dianggap kekalahan. Ikhlas itu tulus dan menerima bukan kalah. Menerima kemuliaan dan kebaikan. Ikhlas bukan pecundang tapi pemenang. Jalan keikhlasan adalah jalan keagungan dan kesyukuran tak ada penyesalan.

Menyambut Kelahiran Anak

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Orang tua hendaknya bergembira menyambut kelahiran putranya, baik itu laki-laki maupun perempuan. Jangan sampai khawatir tidak bisa memeliharanya, membiayainya dan takut miskin. Allah SWT berfirman :
وَ لَا تَقْتُلُوْآ اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍ، نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَ اِيَّاكُمْ، اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيْرًا. الاسراء: 31 Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami lah yang akan memberi rizqi kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (31) [QS. Al-Israa': 31]

Hidup Bahagia - Nerimo Ing Pandum

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Sejarah hidup manusia hanya berkisar empat pasal; lahir, menangis, tertawa dan mati. Ini akan dialami siapapun, mulai rakyat kecil, para jenderal, penguasa dan orang-orang kaya. Kehidupan mereka tak lepas dari dua rasa; manis-pahit, sedih-gembira, lapang-sempit dan suka-duka yg terus berganti dalam tawa dan tangis. Dua rasa yg hakikatnya satu, sebagai ungkapan keyakinan dan rasa iman untuk menyambut ridhoNYA dengan segala karuniaNYA, apapun bentuknya.
Dr Alfred Korzybski, seorang dokter dan pakar matematika pernah merumuskan tentang kebahagiaan yg dikenal dengan "teori Korzybski".
Rumusan teorinya adalah bila anda mengharapkan lebih banyak hidup ini maka anda akan banyak mendapatkan kekecewaan. Perasaan bahagia akan hadir saat sederhana pengharapan anda dan disesuaikan batas-batas lingkungan dan kemampuan anda.

Puasa dan Makan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Bahagia bisa kembali bertemu dengan Ramadhan. Inilah bulan kemuliaan, saat Allah SWT akan mengendalikan kita melalui syariah / aturan puasa. Puasa adalah bukti cintaNYA kepada kita; supaya kita memiliki kesadaran terhadap keberadaanNYA dan melahirkan perilaku akhlak mulia.
Kita bisa berbohong kepada orang lain dengan status "sedang berpuasa". Berpura-pura lemas dan memanfaatkan puasa utk membenarkan kemalasan kita. Namun tidak bisa berbohong dengan Tuhan. karena firmanNYA,"Puasa itu bagiKU dan AKU-lah yang akan membalasnya.."(Hadits Qudsi).

Ramadhan dengan ilmu puasa mengajarkan kita tentang hakikat makan. Mendidik kemampuan membuat jarak antara makan dan nafsu. Sungguh sayang bahasan kita tentang Ramadhan hanyalah seputar menu sahur dan berbuka puasa saja.