Posts

Showing posts from May, 2019

Peduli Sesama

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Hidup akan penuh kebahagiaan bila kita banyak memberi. Pemberian terbaik adalah saat kita tak mengharapkan balasan dari mereka yang kita beri. Seperti pemberian ibu kepada anak-anaknya, hanya memberi tak harap kembali.
Saat memberi mengharapkan imbalan dari mereka yang kita tolong, tetaplah membahagiakan. Kebahagiaan bersyarat, karena dia akan bersiap mendapatkan kekecewaan bila tak mendapat balasan yang diinginkan.
Kepedulian tidak hanya bisa hadir dengan informasi tentang penderitaan masyarakat yang menderita. Namun dibutuhkan interaksi, kedekatan dengan penderitaan. Ikut merasakan penderitaan akan muncul kepekaan sosial yang berujung dengan kepedulian, beramal meringankan / menolong yang menderita.

Teringat Dosa

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Malam ini terasa senyap. Ingin sendiri, merenung tentang kejadian diri dan hari akhir. Merenung tentang dosa. Berat terasa saat menyebutkannya, DOSA.
Ajaran agama menghubungkan dosa dengan penyebab masuk neraka di akherat nanti. Dosa dihubungkan dengan banyak larangan. Inilah anggapan bahwa agama itu sempit, membatasi, menakutkan dan tidak menyenangkan.
Al-Qur'an dan Hadits menyebut dosa (bhs Indonesia) dengan kata "khathaya / dzanbun / itsmun / sai-ah / kabair". Kalimat-kalimat yang sering disambut sinis karena berbicara akhirat dianggap perkara yang jauh dan mengekang kebebasan.
Mengetahui dosa adalah anugerah, mampu menjauhinya adalah rahmah. Dosa ibarat ranjau, diberitahukan Allah dan RasulNYA agar tidak dilalui jalannya supaya hidup kita selamat sampai akhir hayat. Berbuat dosa tidak hanya berurusan dengan akhirat, tetapi di dunia kita akan mengalami keadaan yang pahit dan mengerikan.

Harta Yang Paling Berharga

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Pagi ini setelah tilawah Al Qur'an bersama, kita membacakan doa khatmil Qur'an. Aqila anak terkecil usia 8 tahun sudah tuntas tilawah 30 Juz. Mata ini tak bisa membendung luapan air mata keharuan. Apalagi kemudian si bungsu ini menyanyikan lagu "Harta Berharga" yang dipopulerkan Bunga Citra Lestari melalui tayangan sinetron jadul, keluarga cemara. ( kata Muh. Iqbal)
"Harta yang paling berharga, adalah keluarga. Istana yang paling indah, adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna, adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga."
Keluarga itu ibarat satu bangunan, harus punya pondasi kuat dan bahan bangunan yang kokoh dan jalinan perekat yang lengket. Pondasi kehidupan keluarga adalah ajaran agama. Dan bahan bangunan dan jalinan perekat berupa pemenuhan hak dan kewajiban diantara anggota keluarga; suami-ayah, istri-ibu beserta anak-anak.

Anak Sholeh

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم 
Cerita Pak Muh. Iqbal, Malam ini saya menemani anak-anak i'tikaf di masjid. Menjelaskan tentang doa yang didengar Tuhan atau ijabah. Saat bertanya tentang apa keinginan yang ingin dikabulkan oleh Allah. "Saya ingin jadi super Hero, agar bisa membunuh Dajjal, "Seru Taqwa, kakak si bungsu yang baru berusia 11 tahun.
Kita dan anak-anak seperti putaran nasib yang dipergilirkan. Saat mereka lahir, mereka benar-benar butuh kita. Sentuhan, dekapan keikhlasan sangat mereka butuhkan namun kita sering abaikan.
Semakin bertambah umur, posisi kita bisa melemah. Mereka lebih mendengar kawan-kawannya bila kita tidak menabung kedekatan dengan mereka. Kita butuh lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang generasi penerus ini.

Akhlak Mulia

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم 
Hidup itu dinamis, terus bergerak. Pergerakan kehidupan untuk menuju mencapai tujuan. Tujuan yang benar menjadikan pergerakan hidup kita bermuara amal kesholehan. Landasan amal yang diterima adalah keikhlasan.
Agama datang memperkenalkan kebenaran untuk mewujudkan kebaikan.
Yang benar belum tentu baik. Kebenaran terbatas menyatakan sesuatu itu salah atau tidak salah. Adapun kebaikan lebih dari benar, karena kebaikan berkaitan nilai-nilai moralitas, akhlaqul karimah (perilaku mulia). Akhlak yang mulia bisa diwujudkan dengan menghujamkan cinta, peduli dan bersikap santun pada sesama. Misi utama yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah mengajarkan agama dengan tujuan memperbaiki akhlak manusia.

Cinta Kepada Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Kata yang terdengar puitis dan sentimentil, cinta. Kita sulit menjelaskan secara ilmiah makna cinta. Karena cinta adalah rasa di dalamnya melekat pertanggungjawaban.
Cinta tidak pernah lepas dari sejarah keberadaan manusia. Tak dapat diciptakan dan tak bisa dimusnahkan. Ia menembus ruang, waktu dan menghancurkan semua halangan.
Sungguh cinta itu sangat sederhana, tak perlu diperdebatkan dan tak butuh kategori ilmiah. Membunuh cinta berarti memasuki area rasa benci.
Terkadang perasaan cinta dan benci hadir bersamaan. Peristiwa kekerasan, penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi di negeri kita belakangan ini sulit dirasakan apakah timbul karena benci ataukah dari rasa cinta.

Membaca Bagian Dari Keilmuan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Kata pertama, dari wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah "Iqra" . Berbentuk fiil amr, kata kerja perintah yang artinya bacalah. Perintah membaca yang ditujukan tidak hanya pribadi Nabi tapi untuk semua manusia sepanjang sejarah hidupnya.
Membaca adalah kunci pembuka jalan kebahagiaan kehidupan dunia dan akherat. Membaca mengantar derajat manusia berkedudukan tinggi. "Robbuka al Akram" Tuhan akan anugerahkan puncak kemuliaan bagi hambaNYA yang membaca.
Aktifitas membaca akan membuka cakrawala keilmuan yang bermuara dari tauhid kepada kebenaran, meningkatkan iman dan pengakuan atas kebesaranNYA. Membaca adalah pembuka pintu gerbang ilmu, mencari kepahaman.

Kekuasaan Pemerintah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Negara demokrasi adalah negara yang berasaskan persamaan hak untuk menyuarakan kata hati. Siapa saja boleh bersuara, semua pendapat dihormati tapi jangan keras-keras dan belum tentu didengar.
Melalui Piagam Madinah, Nabi Muhammad SAW pernah menancapkan roh demokrasi dengan merangkul dan memberikan hak suara kepada semua suku, kabilah dan semua agama: Islam, Nasrani, Yahudi dan Majusi. Semua warga masyarakat mendapatkan jaminan sama dalam berkehidupan selama mematuhi Piagam Madinah.
Di Indonesia ada demokrasi yang ditegakkan berwujud demokrasi Pancasila. Setiap warga negara mendapatkan kewajiban dan hak yang sama menyatakan pendapat. Ada saluran aspirasi dalam badan Dewan Perwakilan Rakyat. Wakil Rakyat ini juga pejabat, sebagaimana pemerintah (lembaga eksekutif). Para pejabat bekerja berdasar hukum dan perundang-undangan. Atas nama hukum bisa berdiri di atas segalanya, bahkan di atas Tuhan Yang Maha Esa.

Ingat Mati

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un... Telah berpulang ke Rahmat Allah ulama kita Ustadz Arifin Ilham. In syaa Allah beliau husnul khotimah. Demikian berita WA yang saya terima pagi ini. Setiap membaca berita kematian, jiwa ini selalu membayangkan nama yang meninggal itu nama saya.
Apakah jiwa anda juga merasakan apa yang saya rasakan? Kita tidak bisa mengendalikan laju jiwa ini. Allah-lah yang memegang jiwa orang ketika kematiannya, waktu tidurnya. Dia pula yang menahan jiwa orang yang telah ditetapkan kematiannya dan DIA melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.
ٱللَّهُ يَتَوَفَّى ٱلۡأَنفُسَ حِينَ مَوۡتِهَا وَٱلَّتِي لَمۡ تَمُتۡ فِي مَنَامِهَاۖ فَيُمۡسِكُ ٱلَّتِي قَضَىٰ عَلَيۡهَا ٱلۡمَوۡتَ وَيُرۡسِلُ ٱلۡأُخۡرَىٰٓ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمًّىۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ   Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (ora…

Jagalah Persatuan Antar Umat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Pagi ini 22 Mei 2019 di Jakarta mencekam. Ada pembunuhan, kekerasan, pembakaran dan tindakan anarkis. Inilah saat norma-norma agama dipinggirkan. Akankah sejarah hitam kembali terulang di Negara yang mayoritas penduduknya pengikut Nabi Muhammad SAW.
Nabi yang hadir di kancah pertikaian antar kabilah, antar suku. Negeri dimana perbudakan antar manusia menjadi komoditi paling dicari, budi pekerti merosot di level kebinatangan. Hukum berpihak pada yang kuat, berkuasa. Siapapun yang berkuasa, ada kekuatan bisa dan berhak menghitamputihkan kaumnya.
Nabi menyatukan bangsa Arab dengan panji Tauhid. Persatuan dalam peradaban kemuliaan, tanpa sekat-sekat warna kulit, kesukuan, bangsa dalam persaudaraan penuh ikhlas dan kasih sayang.

Sahabat Sejati

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Kata "khairan katsiraa" (kebaikan yg sangat banyak) dalam AlQur'an hanya berulang dua kali. Salah satunya terdapat dalam Surah An Nisa' ayat 19, berkenaan sikap sabar yang harus hadir terhadap pasangan kita saat muncul rasa ketidaksukaan kepada pasangan karena boleh jadi Allah menjadikan dibalik ketidaksukaan itu kebaikan yang banyak.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَحِلُّ لَكُمۡ أَن تَرِثُواْ ٱلنِّسَآءَ كَرۡهٗاۖ وَلَا تَعۡضُلُوهُنَّ لِتَذۡهَبُواْ بِبَعۡضِ مَآ ءَاتَيۡتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأۡتِينَ بِفَٰحِشَةٖ مُّبَيِّنَةٖۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَيَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرٗا كَثِيرٗا   19. Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji ya…

Ketakutan Dalam Hidup

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Lintasan ketakutan bisa hadir kepada siapa pun. Jenderal yang paling berani pun, bila menghadapi pedang berkilat tajam atau kerasnya dentuman bom, akan timbul rasa takut meski disembunyikan.  Rasa takut akan bisa hadir terhadap manusia yang normal karena menjadi bagian kehidupannya. Takut penyakit, rampok, teror dari teroris, berpisah dengan orang-orang yang dicintai, kehilangan harta yang disayangi, kurang rizki dan akhir kehidupan, kematian.
Rasa takut dalam pengertian negatif, bila dibiarkan menguasai kita akan memunculkan rasa rendah diri. Takut mengambil / menuntut haknya sendiri. Sering merasa serba salah, serba canggung dan berada dalam tekanan "bayang-bayang" yang tak nyata.
Namun ada takut positif, yang bisa mendatangkan kebaikan. Takut tidak lulus ujian, menjadikan pelajar / mahswa belajar lebih giat. Takut terkena penyakit, menjadikan kita berhati-hati memilih makanan dan minuman yang terjamin kesehatannya.

Kegagalan - Ujian Atau Cobaan Hidup

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Usaha manusia mengejar cita dan keinginannya belum tentu menjamin keberhasilan. Banyak yang telah memulai perjalanan, namun banyak pula yang pulang dengan tangan hampa. Tak sedikit yang jatuh tersungkur, babak belur tapi ia mampu bangkit, tegak dan berjalan kembali.
Ada pula yang setelah terjatuh sekali, ia tak berani melangkahkan kaki. Pengalaman jatuh menjadikan hidup penuh kekhawatiran dan kegelisahan. Pupus harapannya, mereka mati sebelum mati. Kegagalan itu adalah masalah kecil, namun putus harapan itulah masalah yang sangat besar.
Kata "kegagalan" dalam kalimat judul sebenarnya tidak tepat. Bagi orang bijak akan lebih senang menggunakan pilihan kata "ujian atau cobaan hidup". Untuk bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi manusia tak akan pernah raih tanpa menjalani ujian atau pembelajaran melalui cobaan hidup.

Dakwah Yang Mencerahkan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Agama yang dibawa para Rasul adalah pencerah alam, penyelamat umat. Agama hadir untuk menyingkap kegelapan yang menutup jiwa, membuka jalan dan membangun keyakinan akan kebenaran, kebaikan hakiki.
Nabi Muhammad selama 23 tahun mampu mengubah wajah peradaban dunia dengan dakwah. Dakwah yang cerah dan mencerahkan. Memahamkan yang belum paham, menyederhanakan ilmu yang rumit menjadi mudah diterima dan diamalkan. 
Saat ini, kegiatan dakwah sangat semarak di tengah-tengah umat. Kemajuan teknologi memudahkan kita mengakses ilmu dari para ulama. Rasul adalah cahaya, ulama adalah pemantul cahaya. Pertanyaannya mengapa banyak dan maraknya pengajian, makin mengerikan pula kemerosotan moral anak bangsa. Ataukah kita yang tidak memahami makna dakwah.

Menerima Kebenaran

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Merasa paling benar, bisa menjadi penyakit berbahaya yang menyerang jasmani dan ruhani. Mata akan buta, telinga menjadi tuli dan hati menjadi tertutup. Tidak akan mau menerima kebenaran di luar dirinya. Cermin yang dibelah, dibanting pecah berkeping-keping bila buruk rupa / wajahnya.
Merasa paling benar, menjadikan orang jauh dari sikap tasamuh / toleran, rendah hati dan saling hormat / menghargai. Untuk mempertahankan pendapatnya, mereka akan menghakimi pihak-pihak yang berbeda dengan kehinaan dan kerendahan.
Kita semua adalah saudara. Tugas sesama saudara adalah mengingatkan saudaranya yang lain saat belum tahu jalan. Mengingatkan dengan nasehat yang baik, beritahu jalan kebenaran.

Ketaqwaan Kepada Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Agama diturunkan Allah kepada kita, supaya jelas hidup kita dari kegelapan dan cahaya terang. Manusia diberikan kebebasan untuk berpikir, berbuat dan berbicara. Namun manusia tidak sanggup lepas dari kuasa Tuhan.
Termasuk kuasa Allah adalah membuat perjanjian dgn manusia. Perjanjian saat ruh ditiupkan dalam janin manusia. Berjanji mengakui sepenuh jiwa akan konsep Rububiyah, Allahlah yg paling berkuasa atas kehidupan kita dan memberikan kuasaNYA utk kita dengan keharusan mendekat kepadaNYA. "Qoluu balaa syahidnaa", itulah jawaban awal kita tentang perjanjian dengan Tuhan. 
Maknanya adalah sebagai manusia kita tidak akan komplain, mencari alasan, gampang menyerah / putus asa dan menyesal hadir di dunia dengan segala aneka pernik kehidupan di dalamnya.

Mendidik Anak

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Hidup adalah perjalanan. Ada orang yang hidupnya lurus-lurus saja, ada pula yang perjalanan hidupnya berliku-liku. Ada kehidupan bagaikan sungai yang manfaatnya luas. Hadir juga yang seperti kanal, laju hidupnya pelan tapi dalam. Bahkan banyak yang lalu lintas kehidupannya keruh, seperti dalam gorong-gorong.
Sungguh Allah-lah pemilik sekaligus pengatur lalu lintas perjalanan kehidupan manusia. Perjalanan dari Tuhan, menuju Tuhan. Inilah perjalanan pulang-pergi, Innaa liLlahi wa innaa ilaihi raaji'uun.
Saat menatap anak-anak kita, pernahkah terpikir tentang harapan yang tertuju untuk perjalanan kehidupan kita. Adakah keyakinan bahwa anak-anak kita akan memberikan kebahagiaan.

Taubat Kepada Allah Swt

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Manusia adalah makhluk mulia, diciptakan dengan sangat sempurna. Manusia mampu membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang mulia dan hina serta mana yang halal dan haram. Manusia mendapat karunia terbaik berupa akal, kejiwaan dan berkomunikasi supaya tidak sesat jalan hidupnya.
Manusia diberikan kebebasan berkehendak 'iradat' atau karsa. Manusia bukanlah budak hawa nafsu, tetapi pandu yang bisa mengatur hawa nafsu meraih kemuliaan. Pilihan hidup manusia bersumber dari jiwanya. Bila bersih jiwanya maka kemuliaanlah yang hadir, namun bila kotor jiwanya maka kebusukanlah yang nampak.

Mencintai Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Agama adalah input, adapun nilai - nilai yang diajarkan oleh Allah dan RasulNYA merupakan masukan bagi jiwa manusia. Outputnya adalah amal kesalehan. Keberhasilan pengamalan ajaran agama akan terlihat dalam perilaku sosial, bukan pada simbol - simbol saja.
Kebaikan seorang tidak cukup dilihat dari kesalehan pribadinya saja, namun harus diwujudkan pada kesalehan sosialnya. Manusia akan diliputi kehinaan dimana saja berada kecuali bila mampu menghubungkan tali cinta kepada Allah dan tali cinta kepada sesama.
Ada cara mencintai Tuhanmu sesuai dengan kehendakNYA. Karena banyak diantara kita melakukan perjalanan menuju Allah, namun yang dilalui jalan yang tidak disukaiNYA. Mereka mencipta sendiri jalan yang akan dilewati. Mereka mengira memuja Allah, padahal yang mereka puja adalah diri sendiri.

Berkomunikasi Dengan Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Alhamdulillah satu pekan tamu kemuliaan ramadhan kita temui. Diantara strategi terpenting dalam bulan ini adalah bermunajat dan berdoa. Bagi orang-orang yang beriman berdoa akan meningkatkan komunikasi langsung denganNYA.
Komunikasi dengan Allah adalah komunikasi kebenaran. Untuk mempertajam komunikasi kita dengan Tuhan bergantung komunikasi kita dengan orang lain dan diri sendiri. Niat ibadah yang kita laksanakan adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk pamer kepada orang lain.
Mereka yang suka pamer atas amal kebaikan akan menimbulkan sifat angkuh, sombong dan kemunafikan.

Menjadi Sukses

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kehidupan seseorang dengan hasil terbesarnya pasti ada akhirnya. Kematian adalah pintu penutupnya. sebagaimana dalam surat Ali Imron ayat 185:
كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ ١٨٥  Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Q.S. Ali Imron ayat 185)
Kata beruntung / faza disebutkan sebanyak 19 kali dalam Al-Qur'an. Keberuntungan adalah hasil paling besar dari kesuksesan hidup di dunia. Keberuntungan adalah prestasi puncak atas pekerjaan dan karier seseorang.

Mengingat Allah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Melihat pergerakan alam semesta ini menjadi bagian tanda kebesaran ayat-ayat Illahi. Semua alam bergerak berputar, bulan berputar mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, matahari mengelilingi bima sakti dan seterusnya. Itulah "thawaf", seperti dalam haji. Mengelilingi Ka'bah untuk kembali menuju asal, hajar aswad. Hajar aswad adalah simbol permulaan dan akhir. Simbol naluri manusia untuk keinginan kembali ke asal.

Ka'bah adalah bayt Allah / rumah Tuhan. Bila pergi ke Makkah banyak jamaah terharu melihat Ka'bah inilah psikologi dari mereka yg menemukan asal, mengingat / berdzikir kepadanya. Bagaikan bayi yang tentram dalam pelukan sang Ibu, dengan berdzikir pun seolah-olah kita dalam dekapannya.

Ikhlas Berbagi Atau Bersedekah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Banyak dari kita, menghitung angka mulai dari satu (1). Kita lupa bahwa ada satu angka yang menjadi cikal bakal dari angka-angka setelahnya, yaitu angka nol / zero (0). Matematikawan akan repot bila kehilangan angka nol. Begitupun kehidupan, nol tidak berarti kosong dan tak mengerti. Nol adalah kerendahan hati, keikhlasan dan energi besar yang bisa melahirkan karya dan manfaat besar untuk banyak orang.

Banyak yang tidak percaya kekuatan ikhlas. Ikhlas dianggap kekalahan. Ikhlas itu tulus dan menerima bukan kalah. Menerima kemuliaan dan kebaikan. Ikhlas bukan pecundang tapi pemenang. Jalan keikhlasan adalah jalan keagungan dan kesyukuran tak ada penyesalan.

Menyambut Kelahiran Anak

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Orang tua hendaknya bergembira menyambut kelahiran putranya, baik itu laki-laki maupun perempuan. Jangan sampai khawatir tidak bisa memeliharanya, membiayainya dan takut miskin. Allah SWT berfirman :
وَ لَا تَقْتُلُوْآ اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍ، نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَ اِيَّاكُمْ، اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيْرًا. الاسراء: 31 Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami lah yang akan memberi rizqi kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (31) [QS. Al-Israa': 31]

Hidup Bahagia - Nerimo Ing Pandum

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Sejarah hidup manusia hanya berkisar empat pasal; lahir, menangis, tertawa dan mati. Ini akan dialami siapapun, mulai rakyat kecil, para jenderal, penguasa dan orang-orang kaya. Kehidupan mereka tak lepas dari dua rasa; manis-pahit, sedih-gembira, lapang-sempit dan suka-duka yg terus berganti dalam tawa dan tangis. Dua rasa yg hakikatnya satu, sebagai ungkapan keyakinan dan rasa iman untuk menyambut ridhoNYA dengan segala karuniaNYA, apapun bentuknya.
Dr Alfred Korzybski, seorang dokter dan pakar matematika pernah merumuskan tentang kebahagiaan yg dikenal dengan "teori Korzybski".
Rumusan teorinya adalah bila anda mengharapkan lebih banyak hidup ini maka anda akan banyak mendapatkan kekecewaan. Perasaan bahagia akan hadir saat sederhana pengharapan anda dan disesuaikan batas-batas lingkungan dan kemampuan anda.

Puasa dan Makan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Bahagia bisa kembali bertemu dengan Ramadhan. Inilah bulan kemuliaan, saat Allah SWT akan mengendalikan kita melalui syariah / aturan puasa. Puasa adalah bukti cintaNYA kepada kita; supaya kita memiliki kesadaran terhadap keberadaanNYA dan melahirkan perilaku akhlak mulia.
Kita bisa berbohong kepada orang lain dengan status "sedang berpuasa". Berpura-pura lemas dan memanfaatkan puasa utk membenarkan kemalasan kita. Namun tidak bisa berbohong dengan Tuhan. karena firmanNYA,"Puasa itu bagiKU dan AKU-lah yang akan membalasnya.."(Hadits Qudsi).

Ramadhan dengan ilmu puasa mengajarkan kita tentang hakikat makan. Mendidik kemampuan membuat jarak antara makan dan nafsu. Sungguh sayang bahasan kita tentang Ramadhan hanyalah seputar menu sahur dan berbuka puasa saja.